Destinasi Wisata di Kabupaten Tangerang Masih Ditutup

Warga melintas di depan gerbang masuk yang masih ditutup, di destinasi wisata religi Keramat Solear di Tangerang  - Foto Ant

TANGERANG – Destinasi wisata yang ada di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, hingga kini masih ditutup, untuk pencegahan penyebaran COVID-19.

Saat ini Tangerang berstatus zona kuning, penyebaran COVID-19. “Hingga kini kami belum mendapat instruksi langsung dari Bupati Ahmed Zaki Iskandar terkait pembukaan tempat wisata,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan dan Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, Kamis (27/5/2021).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang belum bisa memastikan, kapan kawasan destinasi wisata di daerahnya bisa kembali dibuka. Terlebih, saat ini pasien kasus COVID-19 masih terus mengalami peningkatan. “Meski wilayah Kabupaten Tangerang masuk zona kuning yang artinya menujukan penurunan penularan virus, tetapi pekan ini terjadi lagi peningkatan kasus dari klaster libur lebaran,” tandasnya.

Oleh karena itu, dalam mengambil keputusan untuk membuka tempat wisata, tentu perlu kehati-hatian, dan mempertimbangkan risiko lainya. Selain itu, tempat wisata atau tempat hiburan juga harus mematuhi persyaratan protokol kesehatan, seperti membatasi jumlah pengujung, menyediakan tempat pencucian tangan, menyediakan alat pengecek suhu tubuh dan harus membentuk tim Satgas pencegahan COVID-19. “Meski sudah ada instruksi dari Gubernur juga, kita harus memperhatikan kondisi di daerah saat ini. Tapi kita liat saja nanti tunghu intruksi langsung dari Bupati,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Tangerang, Ahmad Surya Wijaya menyebut, belum mendapat intruksi terkait diizinkanya kembali tempat wisata beroperasi.

Namun, sesuai Surat Edaran Bupati Tangerang Nomor 443.2/1919-Bag.Um/2021 Tentang Penutupan Sementara Destinasi Wisata Dampak Libur Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, dimulai dari 16 mei 2021 sampai dengan 30 Mei 2021. “Hingga kini kita masih merujuk pada SE Bupati Tangerang, yang menginstruksikan penutupan sementara hingga 30 Mei 2021,” ujarnya.

Adapun nanti pihaknya mendapatkan intruksi untuk segera membuka kembali tempat wisata, maka Disporabudpar Kabupaten Tangerang akan mengikuti. “Kalaupun dibuka tempat wisata itu harus memenuhi persyaratan yaitu dengan memperketat protokol kesehatan COVID-19 sesuai setandar nasional guna mencegah terjadinya penularan virus corona,” pungkas Ahmad.

Sebelumya, Gubernur Banten, Wahidin Halim mengeluarkan instruksi di masa PSBB dan PPKM mikro, tempat-tempat wisata boleh dibuka bagi wilayah yang masuk kategori zona kuning, dengan syarat tetap mematuhi protokol kesehatan.

Upaya tersebut, dilakukan agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan, namun dengan mementingkan kesehatan dan pemulihan ekonomi masyarakat. Adapun, data yang dirilis pada pekan kemarin oleh Satgas COVID-19 Provinsi Banten, ada enam daerah yang masuk pada zona resiko kuning penyebaran corona diantaranya, Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kota Cilegon dan Kabupaten Tangerang. (Ant)

Lihat juga...