Destinasi Wisata Kembali Beroperasi, Sirkular Ekonomi Bergeliat di Pesawaran

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Penutupan destinasi wisata sementara saat libur lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah ikut memukul sektor pariwisata. Meski ditutup dalam kurun waktu beberapa hari, sejumlah destinasi wisata kembali beroperasi di Pesawaran.

Samsul Alim, pelaku usaha jasa perahu wisata menyebut sirkular ekonomi bisa berjalan saat destinasi wisata berjalan normal.

Warga Desa Batu Menyan, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran itu menyebut volume kunjungan wisatawan berkurang sejak pandemi. Namun beroperasinya destinasi wisata mendorong geliat lingkaran ekonomi masyarakat. Sirkular ekonomi atau ekonomi berkesinambungan berbasis wisata jadi sumber penghidupan warga di pesisir Pesawaran.

Samsul Alim menyebut kawasan wisata di Pesawaran alami fase penghentian operasi sejak 2020 hingga 2021. Meski bertahap dampaknya memukul pelaku usaha. Pelaku usaha travel, homestay, hotel, kuliner, pedagang suvenir, jasa pemandu wisata, jasa sewa perahu kehilangan konsumen. Pandemi dengan penerapan protokol kesehatan ketat mendorong pengelola destinasi berbenah.

“Sumber daya manusia paku usaha pariwisata di Pesawaran telah mendapatkan peningkatan kapasitas dengan pelatihan untuk tata kelola pariwisata yang bersih, sehat, aman dan lingkungan berkelanjutan,” ungkap Samsul Alim saat ditemui Cendana News, Minggu (23/5/2021).

Samsul Alim, pemilik jasa kapal wisata di dermaga Ketapang, Desa Batu Kramat, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung mengangkut bahan bakar untuk kapal tujuan Pulau Pahawang, Minggu (23/5/2021). -Foto Henk Widi

Beroperasinya destinasi wisata di Pesawaran yang dominan berbasis bahari mendorong ekonomi sirkular. Samsul Alim bilang seperti mata rantai sejak objek wisata dibuka beberapa usaha travel mendapat pesanan. Pemilik penginapan atau homestay kembali mendapatkan okupansi. Pemilik usaha kuliner mendapatkan pelanggan dan ia bisa melayani perjalanan ke Pulau Pahawang.

Paket perjalanan menuju Pulau Pahawang sebutnya dibanderol mulai Rp300.000 hingga Rp500.000. Kegiatan mengantar wisatawan dari dermaga IV Ketapang ke Pulau Pahawang memberi hasil bagi sejumlah pelaku usaha. Sebelum naik ke perahu wisatawan bisa menikmati sejumlah kuliner otak otak, bakso dan olahan hasil laut. Sekembalinya dari pulau sejumlah suvenir bisa dibeli.

“Kegiatan pariwisata mulai kembali bergeliat namun masih didominasi wisatawan lokal Lampung dan wilayah lain,” ulasnya.

Penyekatan pada perbatasan Lampung ke Sumatera Selatan saat lebaran sebut Samsul Alim ikut berdampak. Normalnya paguyuban usaha penyewa perahu wisata kerap kewalahan. Sehari bisa menyeberangkan ratusan wisatawan pulang pergi. Namun saat musim libur lebaran 1442 H tahun ini ia hanya menyeberangkan puluhan wisatawan. Meski omzet menurun ratusan ribu ia masih bisa mengantongi keuntungan.

Senada dengan Samsul Alim, pelaku jasa perahu wisata bernama Sunarko menyambut angin segar dibukanya objek wisata. Objek wisata bahari yang dominan di Pesawaran ikut mendorong peningkatan ekonomi sirkular bagi masyarakat. Ia berbagi tugas dengan sang istri yang menjual berbagai kuliner dan suvenir pakaian di dekat akses masuk pantai Sari Ringgung.

“Saat pantai kembali dibuka istri bisa berjualan makanan bagi wisatawan dan warga yang akan ke pulau Tegal,” ulasnya.

Sebelumnya saat sejumlah pantai ditutup, Sunarko hanya melayani warga ke pulau Tegal. Mematok tarif Rp75.000 ke pulau Tegal pertrip rata rata mengangkut lima hingga enam orang. Semula penumpang merupakan wisatawan namun semenjak destinasi wisata dibatasi, penumpang dominan warga lokal.

Geliat ekonomi sejumlah pelaku usaha wisata juga terlihat di Pantai Putra Mutun. Pantai di Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan itu mulai dibuka. Sebelumnya portal dari bambu dipasang untuk mencegah wisatawan masuk. Terlebih akses masuk ke kawasan Pantai Mutun berada di dekat pos Satlantas Polres Pesawaran. Andini, pedagang kuliner dan pemilik homestay mengaku operasional destinasi wisata jadi angin segar.

Sejak sepekan terakhir wisatawan datang untuk rekreasi di pantai Putra Mutun. Penutupan sebutnya sesuai instruksi gubernur Lampung mulai 13 Mei hingga 16 Mei. Setelah instruksi dicabut Andini bernapas lega karena ekonomi masyarakat berbasis wisata kembali bergeliat. Sirkular ekonomi bagi masyarakat sebutnya kembali lancar mulai dari pelaku usaha kuliner hingga juru parkir kembali mendapat penghasilan.

Lihat juga...