Lebaran CDN

Dibersihkan, Sampah di Pintu Air CBL Mencapai 80 Kubik

Editor: Maha Deva

BEKASI – Petugas dari UPTD Lingkungan Hidup (LH) wilayah 3 Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengangkat sekira 80 kubik sampah rumah tangga bercampur kayu, bambu dan lainnya, dari pintu utama Kali CBL di Desa Sukajaya, Cibitung.

Kepala UPTD LH wilayah 3, Yopi mengatakan, pengangkatan sampah di Pintu Air CBL melibatkan banyak pihak, meliputi KPA Ranting, Kopel, Save Kai Cikarang, Bambu Foundation dan masyarakat dari beberapa desa di tiga kecamatan.

“Ini salah satu tanggungjawab pemerintah, untuk menjaga kebersihan kali. Sifatnya mendesak, karena puluhan desa di utara Bekasi membutuhkan pasokan air, untuk mengaliri sawahnya yang mulai kekeringan,” ungkap Yopi, kepada Cendana News, saat memantau langsung proses pembersihan sampah, Sabtu (1/5/2021).

Petani mendesak pembersihan, dengan mengajukan permohonan ke UPTD LH wilayah 3. Atas dasar hal tersebut, permohonan dikoordinasikan untuk mendapatkan pinjaman Backhoe, guna mengangkut endapan sampah streofoam, bambu kayu dan sampah rumah tangga di pintu air CBL.

Yopi, Kepala UPTD Wilayah 3 kabupaten Bekasi, saat ditemui Cendana News, di lokasi pengangkatan sampah di pintu air CBL yang ada di Desa Sukajaya, Cibitung, Sabtu (1/5/2021) – Foto M Amin

Pintu air CBL kerap menjadi tempat menumpuknya sampah, yang didominasi sampah rumah tangga. Hal tersebut karena mimimnya kesadaran masyarakat yang tinggal di bantaran Kali Cikarang, untuk tidak membuang sampah sembarangan terutama di aliran sungai. “Inikan beberapa waktu lalu telah diangkut, dulu karena banjir sampah di bawa air. Sekarang kemarau, dan Kali Cikarang ini perlu pendalaman alur sebenarnya,” tandas Yopi.

Untuk itu, dia meminta kesadaran masyarakat di bantaran Kali Cikarang, untuk bisa menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat terutama di alur Kali.

Sebelumnya, Hadi, dari UPTD Kebersihan Area Sungai mengatakan, terkait persoalan sampah tidak akan selesai sampai kapan-pun, jika tidak ada kesadaran dan ketegasan dari aparatur di lini paling bawah di lingkunganya masing-masing. “Sampah ini sebenarnya harus menjadi tanggungjawab RT dan RW, untuk menjaga lingkungan dari sampah dan agar tidak dibuang ke sungai Cikarang. Sekarang Pintu Air CBL dibersihkan, tidak ada jaminan bulan depan atau dua bulan lagi pintu air CBL itu bebas sampah,” tukasnya.

Dari volume sampah yang menumpuk di pintu air CBL, di dominasi oleh sampah katering, karena banyaknya streofoam bekas bungkus nasi dan lauk. Pembersihan oleh UPTD LH Wilayah 3 Kabupaten Bekasi di pintu air CBL dengan mengerahkan 10 mobil truk. Sampah langsung dibawa ke TPA Burangkeng. Pantauan di lokasi, kondisi Pintu air CBL sudah terjadi pendangkalan, hingga banyak sampah tidak terbawa dan mengendap. Kondisi tersebut memerlukan campur tangan pemilik sungai untuk melakukan pendalaman alur.

Lihat juga...