Dinsospermades Banyumas Coret 43 Agen Bansos Sembako

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Sesuai dengan aturan dari Kementrian Sosial, agen bantuan sosial (bansos) sembako atau e-warung dilarang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN), karenanya Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsospermades) Kabupaten Banyumas mencoret 43 agen bansos sembako yang diketahui dari kalangan ASN.

Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial, Penanganan Fakir Miskin Dinsospermades Kabupaten Banyumas, Lili Mudjianto menyatakan, sebanyak 43 agen bansos yang dicoret tersebut diketahui ada berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), serta aparat lainnya dan perangkat desa.

“Sesuai aturan, ASN dilarang menjadi agen bansos, sehingga kita lakukan klarifikasi kembali di lapangan dan ditemukan ada 43 yang melanggar aturan tersebut, sehingga dengan terpaksa dicoret,” jelasnya, Kamis (27/5/2021).

Dengan dicoretnya 43 agen yang berstatus pegawai tersebut, maka saat ini tinggal tersisa 647 agen bansos sembako di Kabupaten Banyumas. Untuk mengganti agen yang telah dicoret, pihak Dinsospermades Kabupaten Banyumas saat ini sedang berkoordinasi dengan desa-desa di wilayah tersebut untuk penggantian agen bansos.

Selain pencoretan terhadap 43 agen bansos sembako, Dinsospermades juga memberikan surat peringatan (SP) kepada beberapa agen. Surat peringatan tersebut diberikan karena yang bersangkutan mencuri start melakukan transaksi atau membagi sembakonya lebih dulu kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sebelum jadwal pembagian yang ditentukan.

“Banyak aturan yang harus dipenuhi dalam pembagian bansos sembako, termasuk melakukan transaksi lebih awal juga tidak diperbolehkan,” terangnya.

Lebih lanjut Lili mengatakan, untuk penyaluran bansos sembako bulan ini, sesuai instruksi Kemensos dilakukan dua kali. Yaitu pada bulan Mei dan Juni, penyalurannya sendiri mulai dilakukan  transaksi dari agen ke KPM mulai hari ini, Kamis 27 Mei.

Sebagian agen di sejumlah kecamatan juga sudah menerima pengiriman bahan pangan yang sudah ditentukan, antara lain beras, telur, daging, tempe dan kentang. Untuk komoditas beras sudah didistribusikan pada semua kecamatan. Sedangkan untuk komoditas ketang sudah didistribusikan di Kecamatan Purwojati, Rawalo, Banyumas, Kemrajen, dan Somagede, kemudian telur sudah terdistribusikan ke Kecamatan Cilongok dan Wangon.

Sementara itu, salah satu pemasok komoditas beras, Imam Sampurna mengatakan, pihaknya sudah mengirim jatah beras ke agen-agen bansos sejak minggu lalu. Hal ini dilakukan karena jatah bulan ini dirapel dua kali, sehingga jumlahnya banyak.

“Saya mendapat alokasi memasok di Kecamatan Rawalo dan Lumbir, karena ini beras tahan lama, sebagian sudah kita kirim dulu ke agen,” tuturnya.

Instruksi Kementerian Sosial penyaluran Mei-Juni disalurkan sekaligus tanggal 27  Mei, dianggap memberatkan sebagian pemasok atau agen yang menyiapkan komoditas sendiri. Pasalnya, bahan pangan yang harus disiapkan dua kali lipat, sehingga modal yang harus dikeluarkan juga cukup besar. Sementara mereka terbiasa memasok per bulan sekali lalu terjadi transaksi.

Lihat juga...