Distan Sikka Minta Petani Jangan Bermental Tadah Tangan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Petani di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta jangan bermental Tere atau tadah tangan, tetapi harus memanfaatkan dana bantuan pemerintah dalam memperluas usaha di bidang pertanian.

Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, NTT, Ferdinandus Florianus saat ditemui di Desa Nitakloang, Kecamatan Nita, Senin (24/5/2021). Foto : Ebed de Rosary

“Kita tidak lagi menginginkan petani hanya bermental tere atau minta-minta atau tadah tangan,” kata Ferdinandus Florianus, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, NTT saat ditemui di Desa Nitakloang,Kecamatan Nita, Senin (24/5/2021).

Flori sapaannya mengatakan, negara sudah menyiapkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa agunan di bank dan koperasi dengan bunga kecil dan mendapatkan subsidi.

Dikatakan, petani lebih banyak meminjam uang di lembaga keuangan untuk membiayai kegiatan konsumsi seperti pesta dan lainnya.

“Pemerintah hanya menyiapkan fasilitas bagi petani untuk mempermudah akses permodalan. Kita ingin petani menjadi petani maju, mandiri dan modern,” ungkapnya

Flori berpesan kepada petani agar bekerja di sektor pertanian harus menghilangkan sikap ego, seperti memanfaatkan air di lahannya lalu menutup akses air untuk petani lainnya yang lahannya berada di belakangnya.

Dia meminta petani harus membentuk kelompok sebab merupakan sarana belajar, wahana bekerjasama serta sebagai unit produksi.

“Kami di bagian penyuluhan hanya bertugas mengubah pola pikir, membentuk keterampilan dan merubah sikap. Rata-rata petani sudah berpengalaman sehingga hanya perlu mengarahkan agar bisa meraih sukses,” ucapnya.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Kristianus Amstrong menambahkan, pemerintah tidak bisa memberi subsidi penuh buat petani seperti harga pupuk.

Dinas Pertanian kata Amstrong akan melakukan pendampingan teknis terhadap petani dan mendorong petani mengakses modal di lembaga keuangan termasuk dana KUR.

“Kami mendorong petani mengakses dana KUR khusus buat petani di bank dan lembaga keuangan. Kami di Dinas Pertanian memberikan pendampingan teknis,” ucapnya.

Sementara itu, Eustakius Bogar Ketua Kelompok Tani Sinar Bahagia, Desa Nitakloang mengharapkan agar ada pendampingan dari pemerintah bagi petani.

Eus sapaannya mengatakan, pendampingan penting agar saat petani mengalami gagal panen bisa bamgkit kembali dalam berusaha.

“Usaha tani bukan selamanya meraup untung, sebab terkadang mengalami gagal panen akibat serangan hama dan bencana alam,” tuturnya.

Lihat juga...