DKK Semarang Gelar Layanan Vaksinasi Sapu Jagad, Ini Syaratnya

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Secara keseluruhan, program vaksinasi di Kota Semarang sudah menyasar sekitar 470 ribu warga. Dari angka tersebut, sebanyak 190 ribu sasaran merupakan lanjut usia (lansia) dan sisanya dari petugas publik, tenaga kesehatan (nakes) hingga tenaga pendidik.

“Proses vaksinasi untuk lansia baru menyentuh angka 65 persen dari total 190 ribu sasaran, sementara untuk petugas publik termasuk nakes, baru 90 persen dari sasaran. Hal ini terjadi karena pada saat vaksinasi tahap I, ada nakes yang tidak bisa ikut karena beragam penyebab, misalnya sedang sakit, atau tidak lolos skrining awal,” papar Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, Abdul Hakam saat dihubungi di Semarang, Jumat (21/5/2021).

Menyikapi hal tersebut, untuk petugas publik, tenaga kesehatan (nakes), pegawai pemerintah hingga tenaga pendidik yang belum mengikuti vaksinasi, bisa mengikuti program vaksin sapu jagad.

“Waktu pelaksanaan terbatas, 20-31 Mei 2021. Jadi baru kita buka kemarin (Kamis-red). Syaratnya, wajib menyertakan Surat Tanda Registrasi (STR) bagi tenaga kesehatan dan identitas kepegawaian bagi tenaga pendidik dan pegawai pemerintah. Selain itu, segera mendaftar melalui victori.semarangkota.go.id,” tegasnya.

Penjadwalan vaksinasi akan dikirim melalui pesan pendek Dinkes Kota Semarang atau dapat memantau di smg.city/statusvaksinasi.

Sementara, untuk percepatan lansia, pihaknya memperkenalkan vaksinasi metode 3 in 1, dengan memberikan kesempatan kepada kelompok masyarakat umum warga Semarang non lansia, untuk bisa ikut vaksinasi. Namun dengan syarat, harus membawa dua lansia ber-KTP Semarang untuk ikut serta divaksin.

“Jadi syaratnya, satu warga kota Semarang harus membawa dua lansia ber-KTP Semarang, jika ingin ikut vaksin. Ini menjadi upaya kita, agar masyarakat juga ikut serta mengajak para lansia di lingkungan mereka, agar segera mengikuti vaksinasi,” tambahnya.

Proses pendaftarannya pun sama, melalui laman victori.semarangkota.go.id dengan menyertakan data diri secara lengkap, memilih lokasi dan tanggal vaksinasi yang masih tersedia.

“Upaya vaksinasi 3 in 1 dilakukan untuk menggenjot percepatan vaksinasi pada lansia karena sangat rentan tertular Covid-19. Pasalnya, vaksinasi lansia baru menyentuh 65 persen dari total 190 ribu sasaran lansia,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng, Yulianto Prabowo juga terus mendorong kabupaten/kota di Jateng, dalam mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Ide dan terobosan kreatif pun diperbolehkan, dalam upaya mempercepat capaian sasaran.

“Kita sudah minta agar kabupaten/kota di Jateng  untuk menggenjot program vaksinasi, menyusul kepastian tambahan vaksin pada Juni 2021. Terutama untuk daerah yang masih angka capaiannya masih rendah,” jelasnya.

Sejauh ini, untuk wilayah yang masih rendah di Jateng, mencakup Kabupaten Tegal, Brebes, Wonogiri serta Grobogan.

“Secara keseluruhan di Jateng, untuk program vaksinasi nakes sudah menyasar 164.331 orang vaksinasi penuh dan 616.278 petugas pelayan publik mendapat suntikan kedua. Sedangkan untuk lansia, sudah ada sebanyak 435.301 lansia yang mendapat suntikan kedua. Angka ini terus bertambah, karena proses vaksinasi dilakukan setiap hari. Kita juga sudah meminta agar kabupaten/kota juga bisa langsung menjemput bola, dengan mendatangi sasaran terutama vaksinasi bagi para lansia,” pungkasnya.

Lihat juga...