DKK Semarang: Vaksinasi Gotong Royong Tidak untuk Perorangan

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Program vaksinasi gotong royong atau vaksinasi mandiri Covid-19, disambut dengan beragam reaksi dari masyarakat. Ada kebingungan, termasuk  di kalangan warga Kota Semarang.

“Saya sebagai masyarakat, tentu senang dengan adanya program vaksinasi. termasuk dengan vaksinasi gotong royong atau vaksinasi mandiri, sebab sebagai pekerja swasta dan belum masuk kategori lansia, kesempatan saya untuk divaksin bisa lebih cepat melalui program tersebut,” papar Wawan, warga Tembalang Semarang, yang juga pekerja bengkel, saat ditemui di Semarang, Rabu (26/5/2021).

Namun di sisi lain, dirinya juga khawatir terkait biaya yang harus dikeluarkan. Terlebih nominalnya cukup tinggi. “Kalau baca berita, sampai Rp 500 ribu sekali vaksin. Cukup tinggi buat saya sebagai pekerja swasta, kalau harus bayar sendiri,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, Abdul Hakam memastikan bahwa pelaksanaan vaksinasi gotong royong saat ini, baru diperuntukkan bagi perusahaan.

“Vaksinasi gotong royong ini, untuk sementara baru diperuntukkan bagi perusahaan. Jadi yang mengajukan pun dari perusahaan, tidak secara pribadi. Mekanismenya, perusahaan akan mendaftarkan jumlah karyawannya yang akan divaksin ke Kamar Dagang dan Industri (Kadin), dalam hal ini Kadin Kota Semarang,” jelas Hakam.

Selanjutnya, dari pihak Kadin akan meneruskan permintaan tersebut kepada pihak produsen atau penyedia vaksin. “Jika sudah disetujui, baru kemudian dari produsen mendistribusikan vaksin ke rumah sakit yang ditunjuk, sebagai pelaksana proses vaksinasi,” terangnya.

Dengan konsep tersebut, maka dipastikan vaksinasi gotong royong tidak dapat diperoleh secara mandiri perorangan.

Hakam menjelaskan, untuk di Kota Semarang, saat ini baru ada satu rumah sakit yang sudah bekerja sama atau ditunjuk sebagai pelaksana vaksinasi gotong royong.

“Di Kota Semarang baru ada satu rumah sakit yang sudah bekerja sama, yakni RS Telogorejo.  Vaksinasi gotong royong ini menjadi upaya pemerintah bekerjasama dengan sektor swasta dalam hal ini perusahaan, untuk mendorong  percepatan program vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Biaya vaksinasi juga ditanggung oleh perusahaan terkait yang meminta,” tambahnya.

Di lain sisi, dirinya memastikan bagi masyarakat umum Kota Semarang,  yang tidak masuk kategori lansia atau pekerja publik, tetap bisa mendapatkan vaksinasi secara gratis dari Pemkot Semarang.

“Jadi tidak perlu khawatir, kita juga membuka kesempatan bagi masyarakat umum Kota Semarang non lansia yang ingin mengikuti vaksinasi. Gratis tanpa biaya. Caranya dengan mengajak dua orang lansia ber-KTP Semarang, untuk ikut serta mengikuti vaksinasi. Jadi nantinya yang mengajak divaksin, dua lansia yang diajak juga divaksin. Itu syaratnya,” tandas Hakam.

Pendaftaran dilakukan melalui laman victori.semarangkota.go.id. Sedangkan penjadwalan vaksinasi akan dikirim melalui pesan pendek  DKK Semarang atau dapat memantau di smg.city/statusvaksinasi.

“Vaksinasi metode 3 in 1, selain memberikan kesempatan kepada kelompok masyarakat umum warga Semarang non lansia, untuk bisa ikut vaksinasi. Juga dapat mempercepat proses vaksinasi untuk para lansia,” pungkasnya.

Lihat juga...