Donor Darah di Tengah Pandemi tak Perlu Takut

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Pandemi covid-19, membuat sebagian masyarakat masih ragu-ragu untuk mendonorkan darah mereka. Kekhawatiran akan terpapar virus tersebut, menjadi kendala terbesar.

“Rasa khawatir pasti ada, namun tidak menjadi penghalang buat saya mendonorkan darah. Proses donor darah di tengah pandemi Covid-19 saya nilai tetap aman. Seluruh petugas yang menyelenggarakan donor darah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat,” papar warga Semarang, Ari Cheppy, saat mengikuti donor darah di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang, Jumat (28/5/2021).

Dirinya mencontohkan penerapan prokes di UDD PMI Kota Semarang, petugas penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap, dengan baju hamzad, saat berhadapan langsung dengan pendonor.

Termasuk bagi para pendonor, juga di cek dahulu suhu tubuhnya, kemudian diwajibkan cuci tangan, ataupun dengan cairan disinfektan, serta wajib mengenakan masker, selama proses donor darah.

“Dengan penerapan prokes yang ketat tersebut, tidak ada alasan bagi saya untuk takut melakukan donor darah. Apalagi, ini sudah menjadi kegiatan rutin,” terang pria 40 tahun tersebut.

Ari mengaku sudah mulai rutin melakukan donor darah sejak 2009 lalu, hingga kini setidaknya sudah 49 kali dirinya mendonorkan darah.

“Saya donor darah secara rutin 2-3 bulan sekali, sampai sekarang sudah 49 kali donor. Alhamdulillah sampai sejauh ini, juga tidak ada kendala atau keluhan setelah donor. Tetap sehat dan bersemangat,” terangnya.

Dirinya pun berharap rutinitas donor darah tersebut, akan terus dilakukannya hingga bertahun-tahun mendatang.

“Alasannya donor darah, ya ingin menyumbangkan darah saya bagi mereka yang membutuhkan. Saya ingin membantu mereka yang membutuhkan pertolongan,” tandasnya.

Sementara, Kepala Bagian Pelayanan Donor, UDD PMI Kota Semarang, dr. Yusti Triwianti, saat dihubungi Jumat (28/5/2021), juga menandaskan bahwa pelaksanaan donor darah selama pandemi covid-19 dipastikan sesuai prokes dan aman.

Kepala Bagian Pelayanan Donor, UDD PMI Kota Semarang, dr. Yusti Triwianti, saat dihubungi Jumat (28/5/2021). Foto: Arixc Ardana

“Untuk itu, kami mengimbau kepada masyarakat atau para pendonor, untuk tidak khawatir dalam mendonorkan darah mereka. Kita pastikan menerapkan prokes ketat, dalam upaya mencegah penularan covid-19,” terangnya.

PMI telah menerbitkan panduan protokol kesehatan bagi petugas dan pendonor darah sejak awal pandemi Covid-19. Panduan tersebut mengharuskan pendonor darah menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

Sementara bagi petugas wajib menggunakan alat pelindung diri. Ruangan yang digunakan untuk pelaksanaan donor darah juga disemprot disinfektan sebanyak tiga kali dalam sehari.

Dijelaskan, untuk meningkatkan jumlah pendonor selama pandemi covid-19, pihaknya pun melakukan sejumlah upaya.

Termasuk membuka layanan donor darah selama 24 jam di UDD PMI Kota Semarang, hingga membuka stan pelayanan di tempat-tempat yang ramai, menggunakan mobil donor darah keliling.

Di lain sisi, juga ada persyaratan standar yang harus dipenuhi oleh calon pendonor, yakni sehat, tidak minum obat atau jamu minimal tiga hari sebelum melakukan donor darah, usia minimal 17 tahun serta berat badan minimal 45 kilogram.

“Bagi pendonor wanita, juga tidak diperbolehkan jika sedang haid, hamil, atau menyusui. Kemudian interval donor minimal 60 hari, sejak pelaksanaan donor darah terakhir kali. Jika syarat ini lolos, mereka lalu kita cek dulu kadar hemoglobin dan tekanan darahnya. Minimal, untuk kadar hemoglobin atau HB 12,5 sampai 17 gr/dl, serta tekanan darah 110/70 sampai 160/100 mmHg,” pungkasnya.

Lihat juga...