Durian Lokal Semarang Terancam Punah

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Kota Semarang memiliki sejumlah varietas durian lokal sebagai unggulan. Namun, masih ada beberapa kendala yang dihadapi dalam pengembangannya.

“Kita memiliki dua jenis varietas durian lokal unggulan, di antaranya durian Kholil dan Malika. Namun, posisinya saat ini kedua jenis tersebut merupakan pohon induk tunggal, artinya pohon induknya untuk saat ini hanya ada satu. Kondisi ini cukup mengkhawatirkan, karena jika tanaman induk itu terkena penyakit, atau mungkin ada bencana alam seperti tersambar petir, hal tersebut akan mengancam eksistensi dari durian lokal kota Semarang,” papar Kepala UPTD Kebun Dinas Pertanian Kota Semarang, Juli Kurniawan, saat dihubungi di Semarang, Senin (24/5/2021).

Kepala UPTD Kebun Dinas Pertanian Kota Semarang, Juli Kurniawan, saat dihubungi di Semarang, Senin (24/5/2021). -Foto: Arixc Ardana

Hal tersebut membuat Dispertan Kota Semarang mendorong program pelestarian Sumber Daya Genetik (SDG) Durian Lokal Unggul Kota Semarang. “Salah satunya dengan mendorong penanaman kedua jenis durian tersebut di kebun dinas. Termasuk juga pengembangan bibit durian lokal tersebut,” terang Juli.

Pihaknya berharap, dengan penanaman tersebut bisa menjaga kelestarian durian lokal unggulan Kota Semarang.

“Kami sudah berkoordinasi dengan para pemilik durian lokal tersebut untuk mengambil entres, untuk disambung dengan sistem okulasi di Kebun Plalangan Gunungpati, milik Dispertan Kota Semarang,” lanjutnya.

Entres ini diambil dari cabang atau ranting yang berasal dari tanaman induk durian lokal yang dimaksud, kemudian disambungkan dengan batang bawah yang berasal dari jenis durian lainnya.

“Entresnya dari pohon induk tersebut, jadi harapannya hasilnya juga tidak jauh berbeda. Kita gunakan teknik ini untuk mempercepat hasil, buah bisa lebih cepat dipanen. Dibandingkan harus menanam dari biji, yang memerlukan waktu hingga bertahun-tahun agar bisa berbuah,” tambah Juli.

“Salah satu durian terbaik dipegang varietas Kholil. Varietas itu diperoleh dari indukan yang ditanam Pak Kholil. Keunggulannya legit, biji kecil, daging buah pulen, tidak melekat di tangan, dan warnanya kuning, dengan berat sekitar 4 kilogram per buah,” paparnya.

Diterangkan, untuk sementara ada sekitar 500 bibit pohon durian lokal hasil teknik sambung tersebut, yang akan ditanam di lahan aset Pemkot Semarang.

“Rencananya, besok (Selasa-red) akan mulai ditanam di kebun Plalangan, Gunungpati, Kebun Dispertan Kota Semarang. Kita berharap, nantinya di kebun tersebut akan memiliki durian nusantara. Semoga ke depannya bisa menjadi pusat studi akademisi kalau nanti penelitian terkait durian lokal nusantara, tidak hanya dari kota Semarang, namun seluruh Indonesia,” tandasnya.

Sementara pemilik durian Kholil, Muh Kholil, saat dihubungi mengaku jika saat ini durian Kholil yang milikinya merupakan warisan dari kakeknya.

“Hanya ada satu, umurnya sudah lebih dari 100 tahun. Memang dengan kondisi cuaca saat ini, hingga ancaman penyakit, kelestarian durian Kholil bisa terancam,” terangnya.

Meski demikian, secara umum dirinya juga sudah melakukan penanam bibit baru durian Kholil di lahan miliknya di kawasan Mijen Semarang. “Saya sudah menanam juga, agar tidak punah. Lalu, ada program dari Pemkot Semarang, tentu kita dukung agar durian lokal khas Kota Semarang ini bisa tetap ada dan tidak hilang,” pungkasnya.

Lihat juga...