Lebaran CDN

Gaet Konsumen, Pedagang Beri Diskon Produk Pakaian Baru Lebaran

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Permintaan masyarakat yang akan membeli kebutuhan pakaian baru jelang lebaran terlihat meningkat di sejumlah pasar di Bandar Lampung. Sejumlah pedagang pakaian baru di pusat perbelanjaan memilih memberi diskon produk kebutuhan lebaran.

Aminah, pedagang pakaian di Blok A Pasar Bambu Kuning, Tanjung Karang menyebut tren belanja jelang lebaran jadi peluang meraup profit.

Profit atau laba penjualan sebut Aminah diperoleh dari sejumlah item produk yang dijual. Strategi memberi potongan harga atau diskon sebutnya diberikan pada produk gamis, kulot, hijab, sajadah, gaun dan pakaian baru lebaran. Selain itu produk berupa ikat pinggang, sendal dan sepatu diberi diskon. Diskon hingga 50 persen sebutnya jadi pilihan pedagang untuk menarik pembeli.

Strategi pemberian diskon sebut Aminah telah diperhitungkan matang. Produk yang dibeli dengan sistem grosir di Pasar Tanah Abang, Jakarta itu sebutnya cukup beragam. Sebagian produk merupakan stok lama dengan kondisi masih prima. Konsumsi masyarakat yang melonjak tajam jelang lebaran jadi peluang baginya meningkatkan omzet.

“Potongan harga atau diskon rata rata mencapai 20 hingga 50 persen dengan perhitungan harga modal, biaya operasional masih bisa ditutupi, sebab saat pandemi Covid-19 daya beli masyarakat yang menurun ikut berpengaruh pada standar harga yang bisa dijangkau komsumen,” terang Aminah saat ditemui Cendana News, Selasa (4/5/2021).

Aminah bilang pakaian jadi produk unggulan pusat perbelanjaan. Pakaian yang ditawarkan cukup beragam dengan varian, corak dan ukuran beragam. Pemberian diskon sebutnya jadi cara untuk menarik minat konsumen. Sebab literasi konsumen pada produk pakaian semakin meningkat sejak era digital. Munculnya platform jual beli pakaian online jadi tantangan pedagang pakaian.

Tantangan itu sebutnya berupa corak yang lebih menarik, harga murah, pengiriman mudah dan cepat. Aminah menyebut diskon sejumlah pakaian diberikan agar daya saing produk dengan toko online bisa dicapai. Pada produk yang semula dijual Rp140.000 ia menjualnya lebih rendah. Produk yang diberi diskon dominan pakaian baru untuk lebaran.

“Penjual juga harus paham selera kekinian konsumen karena referensi berasal dari toko online lalu membandingkan harga di toko pakaian offline,” cetusnya.

Susanti, penjaga toko pakaian dan alas kaki di pasar Bambu Kuning bilang strategi pemberian diskon tidak selalu merugikan. Pemilik toko sebutnya lebih menangkap peluang kenaikan signifikan tren belanja. Terlebih konsumen dominan warga yang memiliki penghasilan tetap. Sejumlah produk pakaian dan alas kaki yang dijual olehnya diberi diskon hingga 40 persen.

“Besaran nilai diskon setiap toko pasti berbeda karena produk yang dijual beda dan menyesuaikan omset harian,”cetusnya.

Menjajal minat konsumen sebutnya telah dilakukan sejak pekan kedua Ramadan. Tren porsi pembelian kebutuhan pokok berupa makanan sebutnya lebih besar daripada pakaian, alas kaki. Sebagai solusi pemberian diskon diberikan sepekan jelang lebaran. Diskon bisa lebih tinggi mendekati lebaran. Sebab sejumlah toko bakal tutup. Imbas positif diskon penjualan  alami omzet meningkat rata rata Rp3juta perhari dari normal hanya Rp2juta.

Titin Wahyuni, salah satu konsumen menyebut era digital menjadi peluang melek literasi konsumsi. Ia menyebut mudahnya berbelanja online jadi peluang untuk komparasi produk. Salah satunya produk pakaian lebaran bisa dikomparasikan dengan model sejenis di toko online. Harga murah, corak beragam dan penawaran menarik mendorong konsumen memilih toko online.

“Saya sudah banyak membeli pakaian via toko online, namun sebagian produk alas kaki lebih baik saya beli offline karena langsung dicoba serta diskon,” bebernya.

Burhanudin, tukang bangunan yang pilih alih profesi jadi pedagang di pasar Gudang Lelang, Teluk Betung mengaku pilih beri diskon produk. Sebulan berjualan sejak awal Ramadan telah memberinya omzet hingga jutaan rupiah. Jenis produk yang dijual meliputi kopiah, sarung, tasbih, sajadah. Bersama rekannya Hasan ia menjual produk keperluan lebaran.

“Banyak produk yang bisa dipilih, agar lebih laku dekati lebaran saya memilih beri diskon banyak,” sebutnya.

Diskon sebutnya diberikan kepada konsumen agar berminat membeli. Ia telah melakukan kalkulasi masih bisa mendapat untung minimal Rp5.000 hingga Rp10.000 pada sejumlah produk. Peluang dominasi pembelian keperluan lebaran dimanfaatkan dengan baik. Sebab usai lebaran berakhir produk yang dijual akan dikembalikan ke toko distributor. Sistem bagi hasil dan bonus penjualan jadi peluang baginya menjual produk keperluan lebaran.

Lihat juga...