Ganda Putri French Open 2021, Venus dan Coco Gauf Berpasangan

Petenis AS, Cori Coco Gauff, memberi serve saat melawan petenis Swiss Jil Teichmann pada laga tunggal putri turnamen Australia Terbuka di Melbourne Park, Melbourne, Australia, Selasa (9/2/2021) – foto Dok Ant

JAKARTA – Bintang tenis, Venus Williams, berpasangan dengan petenis remaja, Coco Gauff, untuk memperebutkan gelar sektor ganda putri French Open 2021. Pasangan asal Amerika Serikat itu akan menghadapi unggulan ke-13 Ellen Perez (Australia) dan Zheng Saisai (China), dalam babak pertama yang baru berlangsung Rabu (2/6/2021).

Gauff, yang masih berusia 17 tahun, muncul pada 2019 ketika mengalahkan Williams pada babak pembuka Wimbledon, untuk kemudian mengklaim kemenangan lainnya di Australian Open tahun lalu. Williams, sebelumnya telah memenangkan 14 gelar ganda Grand Slam, yang semuanya diraih bersama Serena Williams yang merupakan adik kandungnya. Gauff telah memenangkan tiga gelar ganda dalam karirnya, bersama dengan dua gelar sektor tunggal.

Pasangan non-unggulan ini juga terlibat dalam pertandingan tunggal putri. Gauff dijadwalkan menghadapi Aleksandra Krunic pada putaran pertama Selasa (1/6/2021), sementara di hari yang sama, Williams menghadapi unggulan ke-32 Ekaterina Alexandrova.

Petenis Jepang, Naomi Osaka, saat mengembalikan bola dari lawannya yang asal Rumania, Patricia Maria Tig, dalam babak pertama tunggal putri French Open di Paris pada 30 Mei 2021 – foto Ant

Sementara itu petenis Jepang, Naomi Osaka, dijatuhi denda sebesar 15.000 dolar AS atau sekitar Rp214 juta, serta terancam diskualifikasi dari French Open 2021, karena menolak menghadiri konferensi pers setelah pertandingan.

Pekan sebelumnya, Osaka memutuskan tidak menghadapi awak media dalam sesi konferensi pers turnamen Grand Slam tanah liat di Paris, karena alasan kesehatan mental. Keputusan tersebut dikeluarkan oleh dewan direksi Grand Slam, menyikapi keputusan petenis Jepang yang dinilai menyalahi kewajiban peserta.

“Kami telah menasihati Naomi Osaka, bahwa jika dia terus mengabaikan kewajiban medianya selama turnamen ini, maka dia akan menghadapi kemungkinan konsekuensi lebih jauh melanggar Kode Etik,” tulis dewan direksi Grand Slam, Senin (31/5/2021) dinihari WIB.

“Seperti yang diperkirakan, pelanggaran berulang, memicu sanksi yang lebih keras dan investigasi pelanggaran besar yang bisa mengakibatkan denda yang lebih besar dan penangguhan keikutsertaan Grand Slam lainnya,” jelas dewan direksi Grand Slam lebih lanjut.

Dewan tersebut mengingatkan Osaka, peserta berewajiban mematuhi peraturan Grand Slam, termasuk tanggung jawab para petenis untuk terlibat dengan media apa pun hasil pertandingan mereka. Namun mereka juga menambahkan, kesehatan mental para petenis yang berkompetisi dalam Grand Slam dan tingkat tur adalah yang paling penting. (Ant)

Lihat juga...