Golang-Galing, Camilan Favorit Warga Banyumas yang Mengenyangkan

Editor: Maha Deva

BANYUMAS – Golang-galing, menjadi makanan khas Kabupaten Banyumas, khususnya Kota Lama Banyumas. Di kota kecamatan tersebut, banyak terdapat deretan penjual golang-galing, yang menggelar dagangannya sejak pagi hingga malam hari.

Camilan mengenyangkan, yang terbuat dari tepung terigu, gula pasir serta susu bubuk tersebut, sudah melegenda di kota tua tersebut sejak puluhan tahun lalu. Masyarakat Banyumas dan sekitarnya, jika ingin menikmati golang-galing yang enak, pasti akan pergi ke Kecamatan Banyumas, tepatnya di jalan utama dekat jembatan Sungai Serayu.

“Kalau beli golang-galing yang enak sudah pasti di Banyumas, golang- galing sini berbeda dengan di tempat lain. Lebih empuk dan legit, manisnya asli dari gula jawa, tidak menggunakan pemanis buatan dan minyak yang digunakan untuk menggoreng juga tidak membuat tenggorokan sakit,” kata  salah satu pelanggan golang-galing Banyumas, Agus Wahyudi, Sabtu (29/5/2021).

Menurut Agus, jika melintas di jalan tersebut,  aroma harum golang-galing membuat para pengendara harus menghentikan perjalanan sejenak dan membeli sebungkus golang-galing. Sekalipun penjual golang-galing banyak bermunculan, namun konsumen tetap akan mencari golang-galing yang merupakan produksi asli Banyumas.

Salah satu penggemar golang-galing Banyumas,Agus Wahyudi di Banyumas, Sabtu (29/5/2021). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Cara membuat camilan tersebut sebenarnya cukup mudah, bahan yang diperlukan hanya tepung terigu, telur, margarin, gula pasir atau gula jawa dan susu bubuk full krim, serta vanili dan baking powder. Pertama, campur tepung terigu, margarin, telur dan vanili kemudian diaduk sampai merata. Kemudian tambahkan susu bubuk dan gula, setelah tercampur rata, adonan dibolak-balik hingga tidak lengket, tutup dengan kain rapat dan dibiarkan sampai 30 menit, supaya adonan mengembang.  Setelah itu, baru adonan dipotong-potong dan digoreng.

Salah satu penjual golang-galing Banyumas, Ibu Titi Maryati mengatakan, dalam satu hari ia biasa menjual sampai 500 buah golang-galing berukuran besar dan 600 buah golang-galing kecil. Golang-galing besar, dijual dengan harga Rp3.000 per-biji dan yang berukuran kecil Rp1.000 per-biji. Ibu Titi hanya membutuhkan waktu beberapa jam untuk menghabiskan dagangannya.  “Saya berjualan mulai pagi pukul 07.00 WIB dan biasanya pukul 10.00 WIB sudah habis,” katanya.

Mengingat di Banyumas banyak penjual golang-golang, Ibu Titi memilih untuk ekspansi ke Kota Purwokerto. Ia berjualan di Pasar Wage Purwokerto, dengan menggunakan gerobak. Tak ada kios ataupun lapak, hanya gerobak yang diparkir di tepi jalan dan golang-galingnya sudah laris manis.

Ibu Titi mengaku tidak khawatir dengan banyaknya penjual golang-galing lain, menurutnya, orang Banyumas pasti bisa membedakan golang-galing yang asli buatan Banyumas dengan golang-galing dari luar Banyumas. Dari tampilan sudah terlihat, golang-galing Banyumas bagian atasnya terdapat serpihan gula jawa kering yang berwarna coklat kehitaman.

 

Lihat juga...