Gotong Royong Ringankan Beban Petani di Jember Saat Panen

Editor: Koko Triarko

JEMBER – Para petani di Jember, Jawa Timur, masih merasa diuntungkan dengan kebiasaan hidup bergotong royong, sehingga menekan biaya saat melakukan panen raya.

Arifin, petani di desa Lengkung, Mumbulsari, Jember, mengatakan saat tiba masa panen ia tidak kesulitan mencari orang lain untuk mengelola padi miliknya. Bahkan, dirinya tidak memerlukan biaya banyak.

“Sekarang ini warga yang hadir di sini tidak meminta kepada saya untuk dibayar, lantaran padi saya saat ini waktunya panen dan mereka terlibat aktif. Hanya saja, jerami dari sisa gilingan gabah mereka bawa pulang untuk pakan ternaknya,” ujar Arifin, kepada Cendana News, saat ditemui pada Senin (24/5/2021).

Ipa, di sela kesibukannya memotong padi di desa Lengkong, Kecamatan Mumbulsari, Jember, Jawa Timur, Senin (24/5/2021). -Foto: Iwan Feriyanto

Ia mengatakan, saat tiba masa panen, seringkali dilakukan secara bergotong royong. Bagi petani untung, dan bagi warga yang terlibat juga merasa diuntungkan.

“Warga desa memang kompak, sikap gotong royongnya masih terjaga kuat. Sebagai pemilik sawah, saya tidak diberatkan dengan ongkos panen. Bahkan, warga yang datang sangat membantu sekali. Mereka yang datang ke sini ngarit (merumput) sendiri, ngangkut ke tempat penggilingan padi dan digiling sendiri. Setelahnya, saya biarkan mereka membawa gabah yang sudah digiling tadi. Selain itu, paling tidak saya hanya sekadar mengeluarkan biaya untuk makan bersama mereka,” ucapnya.

Sikap saling tolong-menolong dan gotong-royong inilah, yang membantu meringankan beban petani di saat menghadapi permasalahan yang tidak kunjung selesai, serta permasalahan biaya pupuk yang memberatkan kehidupan petani kecil.

“Petani kecil sudah mengalami kesulitan yang lengkap saat ini. Biaya perawatan sudah makin besar dan tidak bisa dikurangi, sedangkan keuntungan saat panen minim sekali. Bersyukurnya masih ada warga yang turut membantu. Proses panen saya lancar dan cepat, mereka juga bisa membawa pulang jerami untuk pakan ternaknya,” ungkapnya.

Ipa, salah satu warga mengatakan, selama ini dirinya seringkali terlibat langsung saat salah satu tetangganya panen padi. Informasi tersebut akan tersebar kepada warga lainnya, sehingga banyak warga lain yang juga turut serta dalam proses panen tersebut.

“Kalau dikerjakan secara bersama-sama, enak. Bebannya ringan dan cepat selesai. Sedangkan saya sendiri nantinya bisa membawa pulang dari hasil jerami yang sudah digiling untuk pakan ternak sapi di rumah,” ucapnya.

Lihat juga...