Gurih dan Lezat Ketupat Ketan, Menu Wajib Lebaran Warga Sumbar di Jakarta

Editor: Maha Deva

Ketupat ketan dan tape buatan Sri Purwanti disajikan untuk keluarga dan kerabatnya sebagai menu wajib lebaran di rumahnya di Jalan Lebak Para, Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu (15/5/2021). foto: Sri Sugiarti.

JAKARTA – Ketupat ketan, khas Sumatera Barat (Sumbar), menjadi salah satu menu hidangan perayaan Hari Idulfitri 1442 Hijriyah atau lebaran bagi masyarakat Jakarta.

Seperti yang dimiliki keluarga, Eka Dipa Indraguna, warga Cijantung, Jakarta Timur. Keluarga  tersebut menjadikan ketupat ketan, yang bercita rasa gurih dan lezat, sebagai menu wajib lebaran.

Istri Eka Dipa, yang bernama Sri Purwanti, selalu memasak ketupat ketan disetiap lebaran.  “Ini ketupat ketan khas Sumatera, dan suami saya orang Padang. Jadi, ketupat ketan ini menu wajib kita saat lebaran. Makanya, saya setiap tahun selalu bikin untuk santapan keluarga dan kerabat. Saat ada tamu-pun, menu ini selalu disajikan,” ujar Empung, demikian panggilan akrab Sri Purwanti, kepada Cendana News saat ditemui  rumahnya di Jalan Lebak Para, Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu (15/5/2021).

Ketupat ketan, sudah menjadi sajian tradisi turun-menurun di keluarga besar Eka Dipa. Selalu disajikan setiap lebaran, hingga menjadi menu wajib setiap lebaran. “Semua keluarga besar suami yang tinggal di Jakarta, pasti masak ketupat ketan sebagai menu wajib lebaran saat berkunjung dalam rangka Idulfitri. Ini kudapan turun temurun,” imbuhnya.

Sri Purwanti sedang menyantap ketupat ketan khas Sumatera Barat yang disandingkan dengan tape di rumahnya di Jalan Lebak Para, Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu (15/5/2021). foto: Sri Sugiarti.

Proses membuat ketupat ketan sama dengan membuat ketupat berbahan beras. Yang membedakan, ketupat biasa direbus dengan air. Sedangkan ketupat ketan direbus dengan santan kelapa.

Cara membuatnya, masukkan beras ketan yang telah dicuci ke dalam daun kelapa yang telah di anyam menjadi ketupat. Lalu rebus dengan santan kelapa di dalam wajan besar hingga tenggelam. Jangan lupa berikan garam di dalam rebusan santan. Kemudian rebus ketupat ketan dengan diaduk merata, agar kuah santannya meresap.

“Ukurannya, untuk satu liter beras ketan yang telah dimasukan ke dalam anyaman daun kelapa, direbus dengan santan dari dua buah kelapa, dalam waktu dua jam. Kasih garam, dan sering diaduk hingga air santannya kering. Lalu angkat dan sajikan,” ungkap Empung.

Ketupat ketan, biasa disandingkan dengan tape ketan hitam, rendang daging sapi dan buah durian. “Memang unik, ada yang dimakannya dipadukan rendang dan durian. Tapi khasnya, makan ketupat ketan disandingkan dengan tape ketan hitam. Rasanya sangat lezat, gurih dan manis,” ujar wanita kelahiran Jakarta 54 tahun lalu tersebut.

Untuk tapenya, Empung juga membuat sendiri. Proses membuatnya sangat mudah. Rendam beras ketan hitam selama dua jam. Lalu tiriskan airnya, kemudian dikukus setengah jam. Setelah masak, angkat dan tuangkan ke dalam baskom plastik dan disiram dengan air mendidih. Tutup baskom selama 10 menit.

Setelahnya, kukus ketan beras hitam itu hingga 30 sampai 45 menit. Setelah matang, angkat dan tuangkan ke dalam nampan hingga dingin. Lalu taburkan ragi yang telah dihaluskan dan tutup rapat dengan daun pisang. “Ditaburi ragi untuk fermentasi. Diamkan selama dua hari dua malam hingga kukusan ketan beras hitam itu jadi tape yang rasanya manis, dan siap disantap dengan ketupat ketan putih, pasti ketagihan,” ujar ibu dua anak tersebut.

Di tengah pandemi COVID-19, tradisi silaturahmi lebaran tetap ada, namun hanya untuk keluarga dekat dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). “Masih ada tradisi kunjungan lebaran dalam keluarga kami, dengan taat prokes. Tapi kalau keluarga yang rumahnya jauh, ya terpaksa video call saja,” pungkasnya.

Hingga lebaran hari ketiga, kerabat pasangan Eka dan Empung yang tinggal di Jakarta masih dikunjungi kerabat. Salah satunya, Salwa Salsabilla, yang tidak lain adalah keponakan Empung. Salwa menjadi salah satu penikmat sajian ketupat ketan tape. “Rasa ketupat ketanya gurih dan manis, sangat khas. Saya menikmatinya. Ini ketupat ketan paling enak buat bude Empung,” ujar Salwa kepada Cendana News.

Lihat juga...