Hama Franky Musuh Utama Pembudidaya Ulat Hongkong

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA — Hama Franky diketahui masih menjadi masalah utama dalam proses budidaya ulat hongkong hingga saat ini. Hama berupa kumbang berbentuk kecil ini kerap menyerang proses peneluran dan penetasan hingga membuat produktivitas menurun.

Salah seorang pembudidaya ulat hongkong, Agus Dwinanto (26) warga dusun Nglotak, Kaliagung, Sentolo, Kulonprogo menjelaskan, hama Franky merupakan hama berupa sejenis kepik kecil yang biasanya ditemui di kandang ayam, baik itu ayam petelur ataupun pedaging.

Hama ini biasanya datang dan masuk ke media budidaya ulat hongkong saat proses peneluran maupun penetasan. Pertumbuhannya yang sangat cepat biasanya akan mengalahkan pertumbuhan atau populasi ulat hongkong hingga menurunkan produktivitasnya.

“Kumbang Franky ini menyukai tempat yang lembab. Sehingga biasanya akan ikut masuk ke kotak kandang tempat media peneluran ulat hongkong. Disitu mereka akan ikut bertelur dan berkembang biak, sehingga saat panen, yang dipanen bukan ulat hongkong, namun justru ulat dari kumbang Franky ini,” ujarnya kepada Cendananews belum lama ini.

Untuk mengatasi hal tersebut, Agus menyarankan agar setiap peternak memanfaatkan tiga ruangan atau lokasi berbeda untuk melakukan proses budidaya. Mulai dari proses peneluran, penetasan dan pembesaran. Hal ini dilakukan agar saat terkena serangan, hama Franky tidak menyebar dan menghabiskan populasi ulat hongkong.

“Jika kita memakai sistem rak bersusun yang ada di satu lokasi/ruangan. Maka akan sangat mudah terserang hama Franky. Jika sudah ada yang kena, maka akan sangat cepat menyebar. Akibatnya bisa gagal panen. Sehingga lokasinya harus dibuat terpisah. Untuk antisipasi,” katanya.

Antisipasi semacam ini dinilai menjadi satu-satunya cara yang bisa dilakukan para pembudidaya ulat hongkong, mengingat ukuran hama Franky, baik itu kumbangnya ataupun telur dan ulatnya sangat kecil, sehingga akan susah untuk membuang atau menyingkirkannya. Sementara pemanfaatan pestisida jelas tidak mungkin dilakukan, karena akan ikut mematikan kumbang, telur ataupun ulat hongkong itu sendiri.

“Biasanya hama Franky ini akan mulai datang menyerang saat peternak sudah memasuki fase 2-3 kali panen. Sehingga harus disiapkan antisipasi. Jangan sampai setelah 2-3 kali panen pembudidaya mengalami gagal panen,” pungkasnya.

Lihat juga...