Harga Cabai Rawit di Dharmasraya Rp70.000 per Kilogram

PULAU PUNJUNG  – Usai Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah, harga cabai rawit di Pasar Tradisional Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) sempat menembus Rp70.000 per kilogram (kg).

“Dibandingkan sebelum Lebaran harga cabai rawit masih di kisaran Rp30.000 hingga Rp40.000 per kilogram,” kata salah seorang pedagang Iman (42) di Pulau Punjung, Senin.

Ia mengatakan tingginya harga cabai rawit disebabkan pasokan berkurang dari sentra petani di Sumbar dan daerah lainnya. Sementara permintaan tinggi.

Untuk komoditas yang stabil usai Lebaran adalah tomat dikisaran harga Rp9.000 per kilogram, kentang Rp11.000 ribu per kilogram, dan bawang merah Rp20.000 hingga Rp25.000 per kilogram, kata dia.

Ia mengatakan harga cabai merah keriting berada dikisaran normal yakni diharga Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram.

Tingginya harga cabai rawit tentunya akan berdampak terhadap pemilik usaha kuliner, terutama yang membutuhkan penggunaan cabai sebagai pelengkap.

Salah seorang pedagang Ayam Penyet di Jalan Lintas Sumatera Ajo Lasuah (47), mengaku kesulitan dengan tingginya harga cabai rawit.

Ia tak punya pilihan tetap membeli cabai sesuai takaran. Hal itu lantaran ingin mempertahankan cita rasa dari sambal yang dibuat agar tidak dapat keluhan dari pelanggan.

Sementara, situasi pasar tradisional Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya masih sepi usai Lebaran.

“Memasuki hari kelima lebaran pengunjung pasar masih sepi, begitu juga lapak-lapak pedagang masih banyak yang belum ditempati, diperkirakan pekan depan aktivitas pasar kembali seperti biasa,” ungkap dia. (Ant)

Lihat juga...