Lebaran CDN

Hindari Kerumunan, Universitas Brawijaya Siapkan Perkuliahan Blended Learning

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MALANG — Menghadapi tahun ajaran baru 2021/2022, Universitas Brawijaya (UB) memutuskan untuk melakukan perkuliahan secara blended learning dengan 75 persen daring dan 25 persen luring. Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Rektor UB tertanggal 3 Mei 2021.

Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR., M.S. mengatakan, dalam kaitannya dengan pelaksanaan perkuliahan, sebenarnya semua ingin dilakukan secara luring, baik dari pihak dosen maupun mahasiswa. Tetapi semua harus tetap dilakukan dengan hati-hati karena pandemi belum berakhir.

“Saya tidak bisa membayangkan kalau kita melaksanakan luring dengan tidak hati-hati, akan sangat berbahaya. Oleh karenanya dalam pengambilan kebijakan ini kita sangat berhati-hati dan memperhatikan kondisi yang ada sehingga UB mengambil sikap hanya 25 persen mahasiswanya yang boleh mengikuti luring,” ujarnya dalam acara Bonsai, di FIA UB, senin (3/5/2021).

Mereka yang boleh mengikuti luring hanya mahasiswa angkatan 2020 dan 2021 atau semester satu dan semester tiga serta mahasiswa yang sedang menyusun tugas akhir. Sedangkan mahasiswa lainnya hanya bisa mengikuti kuliah daring dan tidak boleh masuk mengikuti perkuliahan luring.

“Keputusan ini kita ambil karena mahasiswa semester satu dan tiga, sampai saat ini belum tahu suasana kampusnya seperti apa. Bahkan banyak dari mereka yang sengaja datang ke Malang hanya untuk berfoto di UB,” ucapnya.

Selain itu menurutnya, keputusan untuk melakukan perkuliahan blended learning ini sengaja dipilih untuk menghindari terjadinya kerumunan akibat mahasiswa UB yang berdatangan ke Malang.

“UB mempunyai jumlah mahasiswa yang sangat banyak sekitar 68 ribu. Kalau semuanya masuk, Malang akan penuh dengan mahasiswa UB. Sehingga ini yang menjadi pertimbangan kami mengijinkan perkuliahan luring hanya 25 persen,” ungkapnya.

Sementara itu Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Aulanni’am, drh., DES, menjelaskan, mahasiswa yang ditentukan untuk hadir mengikuti perkuliahan luring wajib mendapatkan persetujuan dari orang tua atau wali mahasiswa. Selain itu mereka juga harus tetap mematuhi protokol kesehatan tidak hanya di kampus tetapi juga di luar kampus.

Protokol kesehatan yang dimaksud seperti, menggunakan masker, cuci tangan, duduk berjarak satu meter, serta menggunakan ruangan yang mempunyai sirkulasi udara bagus.

“Kita tidak boleh takut dengan pandemi covid-19, asal kita taat pada protokol kesehatan. Karenanya kita jadikan mahasiswa sebagai agen perubahan untuk memberikan informasi bagaimana menerapkan prokes tidak hanya di dalam kampus tetapi juga di luar kampus,” tuturnya.

Lihat juga...