IBEKA : Indonesia Miliki Potensi Saingi Timur Tengah untuk Biomassa

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Direktur Eksektif IBEKA, Tri Mumpuni, saat memaparkan sumber daya alam pada diskusi online tentang Pengendalian Perubahan Iklim di Jakarta yang diikuti Cendana News, Rabu (26/5/2021). foto: Sri Sugiarti

JAKARTA — Direktur Eksektif Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA), Tri Mumpuni mengatakan, Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan sumber energi terbarukan dan menyaingi negara Timur Tengah yang merajai pasar energi.

Ini menurutnya, jika pemerintah komitmen dengan kebijakan net zero emission atau pembangunan nol karbon untuk menghindari perubahan iklim. Bahkan pemerintah telah menargetkan net zero emission harus tercapai di tahun 2045 atau 2050.

“Jadi terpenting bangsa Indonesia harus mampu melakukan net zero emission untuk tahun 2050, itu sudah mentok. Karena kita harus memberi ruang agar anak cucu kita bisa menikmati dunia bersih, nol karbon,” ujar Tri, pada diskusi online tentang Pengendalian Perubahan Iklim di Jakarta yang diikuti Cendana News, Rabu (26/5/2021).

Komitmen pemerintah, masyarakat dan pihak swasta untuk mewujudkan pembangunan Indonesia bersih rendah karbon, itu menurutnya menjadi landasan bersama. Ia juga mengingatkan agar pemerintah jangan hanya berpikir ekonomi dalam pembangunan bangsa ini.

“Kalau kita hanya berpikir pertumbuhan ekonomi tanpa mengingat daya dukung alam bagi kehidupan. Kita tinggal menunggu kerusakannya saja, dan kalau sudah rusak yang rugi bukan hanya kita, tapi generasi selanjutnya,” tukasnya.

Dikatakan, Indonesia memiliki energi hidro potensinya 7.5000 megawatt (MW) dan energi angin di atas 100 MG.

“Energi angin, meskipun potensinya kecil, tapi sepanjang pantai kita bangun, saya yakin itu bisa sangat menolong kita,” ujarnya.

Apalagi kata dia, pantai Indonesia merupakan pantai terbesar setelah Kanada. Di pantainya banyak tumbuh tanaman alga yang dapat dibudidayakan menjadi biomassa.

“Alga ini sangat bagus untuk dikembangkan bisa menjadi solusi kebutuhan energi pada masa datang yang dapat mengurangi emisi karbon dan risiko pemanasan global. Jadi, sangatlah mungkin Indonesia bisa menyaingi Timur Tengah untuk merajai biomassa,” terangnya.

Tri berharap bahwa pembangunan commodity best dan pembangunan energi skala kecil tersebar. Sehingga rakyat diberi ruang dan kesempatan untuk mampu membangun kebutuhannya sendiri. Tentunya, dengan difasilitasi pemerintah, baik dari peraturan maupun pendanaan.

“Mereka diberdayakan untuk mampu memanfaatkan sumber daya alam yang ada di daerahnya, untuk dibangun energi bersih dalam mencukupi kebutuhan hidupnya dan juga meraih kesejahteraan,” imbuhnya.

Hal inilah yang menurutnya, harus diperjuangkan bersama, dengan kita tetap mensyukuri nikmat Tuhan Yang Maha Esa, bahwa Indonesia diberi potensi energi terbarukan yang sedemikian luas.

“Persoalnnya, apakah kita mau memanfaatkan itu untuk kemaslahatan umat manusia,” pungkasnya.

Lihat juga...