Lebaran CDN

India Catatkan Rekor Baru Peningkatan Harian Kasus COVID-19

Seorang penjaga keamanan swasta berjaga di luar pusat vaksinasi penyakit virus korona (COVID-19) yang kosong setelah Brihanmumbai Municipal Corporation (BMC) mengeluarkan pemberitahuan tentang tidak ada vaksinasi untuk tiga hari, di Mumbai, India, Jumat (30/4/2021) – foto Ant

NEW DELHI – India, catatkan rekor baru peningkatan kasus COVID-19 harian sebanyak 401.993 kasus baru, Sabtu (1/5/2021). Hal itu terjadi, saat negara tersebut membuka program vaksinasi besar-besaran untuk semua orang dewasa, meski sejumlah negara bagian telah mewanti-wanti akan adanya kekurangan vaksin secara akut.

India, yang merupakan produsen vaksin COVID-19 terbesar di dunia, memiliki jumlah suntikan yang terbatas, dalam persediaan domestik. Hal itu, memperburuk infeksi gelombang kedua yang lebih suram. Dan akibatnya, rumah sakit dan kamar jenazah penuh, sementara keluarga-keluarga memperebutkan pasokan oksigen dan obat-obatan untuk penanganan yang semakin langka.

“Kami berharap, agar kami bisa mendapatkan vaksin besok atau di hari setelahnya. Saya meminta agar anda tidak mengantri di pusat-pusat vaksinasi pada Sabtu (30/4/2021),” ujar Kepala Menteri negara bagian Delhi, daerah yang terdampak parah pada Jumat (30/4/2021).

Ratusan orang terlihat mengantri di seluruh Ahmedabad, sebuah kota komersial utama di negara bagian asal Perdana Menteri Narendra Modi di Gujarat, untuk mendapatkan vaksinasi.

Sementara kebakaran melanda sebuah rumah sakit di sekitar 190 km (115 mil) utara Ahmedabad, dan menewaskan 16 pasien virus corona dan dua staf. Hal itu menjadi kabar terbaru dari serangkaian kecelakaan mematikan di rumah sakit. Di seluruh negeri, kematian akibat COVID-19 melonjak menjadi 3.523 kasus selama 24 jam terakhir. Jumlah yang menjadikan total korban tewas menjadi 211.853 orang, berdasarkan data kementerian kesehatan.

Jumlah total kasus telah mencapai 19 juta. Ketika gelombang kedua mulai meningkat. India telah menambahkan sekitar 7,7 juta kasus sejak akhir Februari. Sebaliknya, memakan waktu hampir enam bulan bagi India untuk menambahkan 7,7 juta kasus sebelumnya. (Ant)

Lihat juga...