Ini Alasan Pedagang Buka Lebih Lama di Malam Lebaran

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BOGOR — Hari terakhir berjualan di bulan Ramadhan diharap bisa memberikan keuntungan lebih. Tak jarang, pilihan untuk membuka hingga larut malam untuk menunggu hingga barang habis harus dilakoni.

Salah seorang pedagang busana di sepanjang jalan Cileungsi Jonggol, Hendi menyatakan sudah setiap tahun sejak berjualan pada 2016, ia harus menutup lapak lebih lama dari biasanya pada saat sehari sebelum Lebaran.

“Pengennya sih bisa menghabiskan dagangan, lalu balik ke Tasikmalaya. Walaupun tutupnya lebih lama, dijalankan saja. Yang penting barang habis, bisa pulang kampung dan sekitar dua minggu balik ke Cileungsi lagi,” kata Hendi saat ditemui di lapak kecil miliknya, di jalan raya Cileungsi – Jonggol, Bogor Timur, Rabu (12/5/2021).

Ia menjelaskan, menghabiskan dagangan akan memberikannya dana untuk pulang kampung sekaligus untuk modal berbelanja lagi saat kembali dari kampung.

“Kalau saya belanja di Bandung. Tidak pernah di Tanah Abang. Karena untuk produk yang saya jual, seperti Chino atau Oxygen itu asalnya dari Bandung. Kalau di Tanah Abang sudah lebih mahal,” ungkapnya.

Selain membuka lapak, Hendi juga mengaku memiliki beberapa pelanggan yang biasa memesan beberapa barang dalam jumlah banyak.

“Ada juga yang suka beli ke saya untuk dijual lagi. Seperti awal Ramadhan, biasanya saya sudah menerima pesanan. Nanti dua minggu sebelum Lebaran, baru pada diambil karena menunggu THR turun,” ungkapnya.

Nina, pemilik lapak sandal dan sepatu di wilayah Nyalindung Cileungsi, menyatakan membuka lapak lebih lama untuk keleluasaan pembeli, saat ditemui, Rabu (12/5/2021) – Foto Ranny Supusepa

Berbeda dengan Nina, yang memiliki lapak sandal dan sepatu di wilayah Nyalindung Cileungsi, menyatakan tak memaksakan untuk menghabiskan stok saat sehari sebelum Lebaran.

“Saya tidak pulang kampung ke Bandung. Sudah dua tahun ini. Ribet harus dicek segala. Belum harus bayar. Sayang uangnya. Mending ditransfer aja buat THR saudara-saudara,” ujarnya sambil melayani para pembeli.

Ia mengakui memang akan buka lebih malam dibandingkan hari biasa. Bukan karena ingin menghabiskan stok tapi ingin memberikan peluang para pembeli untuk memiliki waktu lebih lama untuk berbelanja.

“Sepatu dan sandal ini termasuk yang susah-susah gampang. Kalau suka modelnya, ukurannya tidak pas, ya tidak bisa. Beda dengan baju, kebesaran bisa divermak. Jadi saya ingin pembeli bisa lebih banyak pilihan dan kesenggangan waktu,” ujarnya lagi.

Nina mengungkapkan, masa penjualan sehari sebelum Lebaran ini memang akan menghasilkan penjualan yang banyak.

“Selain itu, stok juga bisa habis. Kalau biasanya, pembeli hanya mencari sandal, kalau hari ini ada yang cari sepatu, sandal dan sepatu sandal. Membelinya juga langsung banyak, buat anak, ibu dan bapak sekalian. Jadi pasti ramai,” tuturnya.

Karena itu, ia biasanya juga akan tetap membuka lapaknya setelah shalat Idul Fitri walaupun tutup cukup larut di malam Lebaran.

“Biasanya saya tutup jam 12 malam. Besok, setelah shalat ied ya buka lagi. Karena suka ada aja yang butuh, terutama sandal,” pungkasnya.

Lihat juga...