Lebaran CDN

Ini Cara agar Buah Tomat Berbuah Lebat

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Menanam aneka sayuran di rumah, seperti tomat, kangkung, cabai hingga sawi, menjadi hobi baru di tengah pandemi covid-19. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, berkebun juga menjadi cara untuk mengisi waktu selama di rumah.

Di satu sisi, layaknya tanaman lainnya, agar sayur mayur yang ditanam tumbuh dengan subur, perlu perawatan seperti penyiraman, pemupukan hingga penyemprotan pestisida untuk menghindari hama. Selain perawatan secara umum, ada hal-hal lain yang perlu dilakukan, agar hasil berkebun tersebut bisa optimal, khususnya tanaman untuk tomat.

“Tomat dan cabai, menjadi jenis sayuran yang paling banyak ditanam di rumah. Selain perawatan secara umum, untuk kedua tanaman ini, ada beberapa hal yang perlu dilakukan, agar tanaman tersebut bisa tumbuh subur, buahnya juga lebat,” papar petugas Urban Farming Corner (UFC) Dinas Pertanian Kota Semarang, Wahyudi, saat ditemui di lokasi tersebut, Senin (3/5/2021).

Petugas Urban Farming Corner (UFC) Dinas Pertanian Kota Semarang, Wahyudi, saat ditemui, Senin (3/5/2021). Foto: Arixc Ardana

Dirinya mencontohkan tanaman tomat, khususnya tomat sayur atau tomat umum dengan tomat ceri.

“Banyak yang datang ke sini, terutama para ibu, tanya punya tanaman tomat di rumah, tapi kok buahnya tidak rimbun. Agar rimbun itu harus bagaimana? Bahkan ada yang cerita tanaman cuma berbuah beberapa saja, Iama-lama menguning dan mati,” ungkapnya.

Lalu bagaimana agar buah tomat bisa tumbuh lebat? Menurut Wahyudi, ada sejumlah langkah yang dapat diterapkan.

“Tanaman tomat ini, termasuk jenis tanaman yang butuh sinar matahari langsung, khususnya untuk proses pematangan buah. Jadi, jika menanam menggunakan pot atau polybag, harus diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari,” terangnya.

Namun di lain sisi, dengan cuaca di kota Semarang yang cukup terik, lokasi peletakan pot tersebut usahakan tidak secara penuh kena sinar matahari. ” Jadi pilih tempat yang kalau pagi atau sore kena sinar matahari,” terangnya.

Tidak hanya itu, untuk menghindari panas berlebih atau penguapan air secara drastis, pot pada tanaman tomat juga bisa ditambahkan mulsa atau penutup tanah. Bisa menggunakan lumut, sekam padi atau jerami.

“Caranya mudah, cukup ditaburkan atau diberikan di atas pot tanaman, sehingga tanah tidak terlalu panas, penguapan air secara drastis juga bisa dicegah,” jelas Wahyudi.

Selain itu, agar kapasitas penyerapan nutrisinya dapat meningkat, akar pada tanaman tomat juga perlu diperbanyak.

“Tanam batang tomat lebih dalam, dengan cara ini, dari batang tersebut akan tumbuh akar, sehingga diharapkan penyerapan nutrisi menjadi lebih banyak. Buah yang dihasilkan pun akan lebih lebat,” terangnya.

Seperti halnya tanaman lain, daun yang tumbuh berlebih juga tidak bagus, karena nutrisi yang terserap tidak fokus untuk buah, namun juga untuk pertumbuhan daun.

“Untuk itu, daun yang ada di sendi diantara dua cabang tanaman, bisa dipotong atau dibuang,” tambahnya.

Jangan lupa, dilakukan penyiraman dua kali sehari hingga diberi tambahan pupuk untuk tanaman. Bisa menggunakan pupuk NPK, atau AB Mix. “Dengan cara ini, tanaman tomat bisa tumbuh subur, buahnya pun semakin lebat,” tegasnya.

Terpisah, salah seorang penghobi berkebun, Indarti, warga Tembalang Semarang, saat ditemui di rumahnya, Senin (3/5/2021), mengaku menanam cukup banyak jenis sayuran.

“Untuk mencukupi kebutuhan sayur mayur, saya juga menanam sendiri di rumah, seperti tomat, terong, cabai dan kangkung . Meski hasilnya belum banyak, paling tidak kalau mendadak sedang perlu atau stok sayuran habis, bisa petik langsung,” paparnya.

Diakuinya selama ini, karena masih otodidak, hasil yang dipanen, masih belum banyak. “Ya, mudah-mudahan dengan cara tersebut, hasil sayuran mayur bisa maksimal, buahnya juga semakin lebat,” pungkasnya.

Lihat juga...