Jawarandu, Kambing Terbaik untuk Penggemukan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Kambing jenis Jawarandu atau biasa juga disebut Bligon menjadi salah satu alternatif yang bisa dipilih para pembudidaya kambing yang ingin fokus pada upaya pembesaran atau penggemukan.

Kambing yang merupakan hasil persilangan antara kambing Etawa atau Kaligesing dengan jenis kambing Kacang ini dikenal sebagai kambing yang memiliki pertumbuhan sangat cepat serta nilai jual cukup tinggi.

Memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dari jenis Etawa, kambing Jawarandu memiliki ciri moncong yang lancip serta bertanduk baik jantan maupun betina. Telinga kambing jenis ini biasanya terjuntai memanjang namun tidak terlipat. Sedangkan bulunya pendek dengan tubuh yang padat.

“Saya memilih kambing Jawarandu atau Bligon ini sebagai pembesaran untuk dijual saat hari raya Kurban karena sejumlah kelebihan. Mulai dari perawatan yang mudah, pertumbuhannya yang cepat, hingga nilai jualnya yang cukup tinggi,” ujar peternak kambing asal Dusun Punden, Blambangan, Jogotirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta, Bambang Priyono, Senin (17/5/2021).

Peternak kambing asal Dusun Punden, Blambangan, Jogotirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta, Bambang Priyono, Senin (17/5/2021) – Foto: Jatmika H Kusmargana.

Bambang mengatakan, kambing Jawarandu jantan dewasa rata-rata memiliki berat mencapai 40 kilogram. Sementara untuk betina bisa mencapai 30 kilogram. Berat tersebut dinilai jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan kambing jenis kacang yang memang ukurannya lebih kecil.

“Kambing jenis Jawarandu ini cocok sekali untuk pembesaran karena mudah digemukkan. Perawatannya mudah. Pakannya gampang tidak pilih-pilih. Serta tahan penyakit, baik di cuaca dingin ataupun panas menyengat,” katanya.

Kelebihan lain yang juga dimiliki kambing jenis Jawarandu adalah produktivitasnya yang juga dikenal cukup tinggi. Dalam satu tahun, seekor indukan mampu bunting serta melahirkan anakan hingga sebanyak dua kali.

Seperti halnya kambing Etawa, kambing Jawarandu juga memiliki hasil susu yang melimpah. Sehingga selain untuk pembesaran dengan tujuan diambil dagingnya, kambing jenis ini sebenarnya juga sangat cocok untuk diternakkan baik untuk diambil anaknya ataupun susunya.

“Kambing usia 5-6 bulan, jika dipelihara dalam kurun waktu beberapa bulan saja sudah bisa dijual. Harganya pun lumayan tinggi. Untuk kambing jantan dewasa bisa laku hingga Rp2 juta. Sementara saat hari raya Kurban harganya bisa meningkat hingga Rp3 juta,” ungkap Bambang.

Lihat juga...