Jelang Lebaran, Omzet Pedagang Kue Kering Naik Sepuluh Kali Lipat

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANDUNG — Permintaan kue kering terus mengalami peningkatan signifikan beberapa hari jelang lebaran. Dinda (29), Pedagang kue kering di Pasar Arjasari, Kabupaten Bandung mengaku, omzet nya kini mencapai sepuluh kali lipat lebih besar di banding hari biasanya.

“Kalau hari biasa paling dapatnya Rp500rb per hari, kalau sekarang-sekarang ini bisa mencapai Rp5 juta per hari,” kata Dinda kepada Cendana News, Selasa (11/5/2021) di tempat dagangannya.

Menurut Dinda lonjakan permintaan kue kering jelang hari raya bukan hal baru, fenomena serupa hampir terjadi setiap tahun. Atas dasar itulah ia selalu memperbanyak stok di warungnya ketika sudah mendekati Idul Fitri.

“Memang tidak heran kalau mau lebaran pembeli pasti banyak. Ya kita juga stoknya harus banyak,” kata Dinda.

Ia bersyukur, lantaran kebijakan larangan mudik yang kembali dikeluarkan pemerintah tahun ini, tidak mempengaruhi lonjakan penjualan kue kering yang terjadi setiap menjelang idul fitri.

“Alhamdulillah tidak berpengaruh. Iya namanya lebaran, orang sukanya banyak makanan di rumah, jadi mudik ataupun tidak mudik yang penting kue lebaran tersedia,” sambung Dinda.

Sementara itu Denti, salah seorang pembeli menyebut, bahwa kue kering memang merupakan salah satu cemilan yang wajib dihidangkan saat lebaran.

“Lebaran itu identik dengan silaturahmi dan makan-makan. Iya kalau ada tamu datang, ya kita harus siap jamuannya. Kue kering ini hidangan paling praktis,” kata Denti.

Ia pun mengaku lebih memilih membeli dibandingkan harus membuat kue kering sendiri. Selain murah dan mudah, sajiannya pun bisa lebih beragam.

“Kalau bikin sendiri tidak mungkin bisa sebanyak itu jenisnya. Belum lagi harus masak makanan beratnya. Jadi lebih praktis beli, murah lagi,” pungkas Denti.

Lihat juga...