Jelang PTM, Kebumen Kaji Serius Perkembangan Covid-19

Editor: Makmun Hidayat

KEBUMEN — Kabupaten Kebumen saat ini tengah serius melakukan kajian tentang perkembangan Covid-19 pascalebaran. Mengingat pada bulan Juni nanti, rencananya akan mulai dilakukan pembelajaran tatap muka (PTM).

Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto mengatakan, ia meminta agar dilakukan pemetaan wilayah terkait kondisi Covid-19 yang detail hingga ke tingkat desa. Serta data penyebaran yang lengkap dan akurat.

“Kajian harus lengkap, akurat dan mendalam serta sampai ke tingkat desa, sehingga pemetaan perkembangan Covid-19 terpantau dengan benar,” katanya, Kamis (27/5/2021).

Dalam kajian tersebut, lanjutnya, juga harus melibatkan Satgas Penanggulangan Covid-19 dari tingkat kabupaten hingga kecamatan dan desa. Hal tersebut penting dilakukan, supaya tidak ada kasus yang terlewatkan.

Kemunculan Covid-19 varian baru India yang terjadi di Kabupaten Cilacap juga turut dikaji, mengingat Kabupaten Kebumen juga berbatasan langsung dengan Cilacap. Sehingga semua kemungkinan bisa terjadi dan harus diantisipasi sedini mungkin.

“Kegiatan pembelajaran tatap muka ini melibatkan para siswa, anak-anak kita, sehingga harus dipastikan semuanya berjalan aman dan nyaman, jangan sampai PTM kemudian menimbulkan klaster-klaster baru,” pesannya.

Hal serupa juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Kebumen, Mohammad Amirudin. Menurutnya, saat ini sedang dilakukan evaluasi mendalam terkait rencana penerapan PTM. Dari pengamatan Dindik Kebumen, sebenarnya sekolah-sekolah sudah sangat siap menerapkan PTM, sehingga tinggal menunggu izin dari Satgas Penanggulangan Covid-19 saja.

“Rencananya kalau tidak bulan Juni, kemungkinan sekalian dimulai pada awal tahun ajaran baru, yaitu bulan Juli. Kalau dari sisi sekolah, sebagian besar sudah siap, sudah banyak yang mengajukan PTM dan sudah dilakukan kajian oleh tim, rata-rata sudah dinyatakan siap, baik dari sisi sarana dan pra sarana protokol kesehatan ataupun dari para tenaga pendidik,” katanya.

Sekarang ini, lanjutnya, yang menjadi pertimbangan utama adalah kondisi perkembangan Covid-19 pada tiap-tiap wilayah, hingga ke tingkat desa. Sehingga untuk sekolah yang berada di zona hijau akan lebih diprioritaskan untuk pembelajaran tatap muka.

Disinggung terkait pelaksanaan vaksin untuk para tenaga pendidik, Mohammad Amirudin mengatakan, sampai hari ini sudah ada 7.176 tenaga pendidik yang selesai vaksin hingga dosis kedua. Sedangkan untuk dosis pertama ada 8.615 orang.

Tidak dapat dipungkiri, sudah satu tahun lebih anak-anak harus menjalani pendidikan melalui metode daring. Hal tersebut, membuat materi pelajaran kurang bisa diserap dengan maksimal, terutama untuk siswa tingkatan sekolah dasar (SD) yang masih butuh pendampingan guru secara langsung.

Lihat juga...