Jelang Tahun Ajaran Baru, Kelurahan Jatirangga Masih Tunggu Arahan Disdik

Lurah Jatirangga, Jatisampurna Ahmad Affandi saat memberikan keterangan di Bekasi, Kamis (27/5/2021). Foto: Muhammad Amin

BEKASI — Lurah Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat, Ahmad Apandi, mengaku masih menunggu arahan dari Dinas Pendidikan terkait Penerimaan Peserta Didik baru melalui jalur zonasi untuk tahun ajaran baru 2021/2022.

“Kondisi saat ini memang merugikan warga saya di Jatirangga. Karena sampai sekarang belum memiliki SMP Negeri, tapi sudah diajukan,”ungkap Affandi, dikonfirmasi Cendana News, Kamis (27/5/2021).

Dikatakan, menyiati hal tersebut kelurahan bersama tokoh setempat sudah melakukan antisipasi dengan membuat kajian pembangunan SMP Negeri di Jatirangga. Proposal sudah masuk ke Dinas Pendidikan dan sudah disetujui.

Menurutnya, jika SK penetapan dari Disdik sudah ada hari ini juga maka akan segera disosialisasikan. Ia berharap Disdik memberikan kepastian apakah di Jatirangga ini bisa membuka pendaftaraan atau belum, supaya warga tidak kebingungan

“Hanya saja memang untuk pembukaan peserta didik baru atau PPDB ini belum disosialisasikan ke warga karena dari Disdiknya belum memberikan petunjuk teknis untuk membuka pendaftaran,” tukasnya mengaku penetapan lokasi sekolah sudah ada.

Kelurahan lanjutnya telah berkordinasi dengan salah satu sekolah dasar untuk dijadikan tempat sementara belajar mengajar SMPN baru.

Kesiapan kelurahan mulai secara syarat administrasi maupun lokasi tempat belajar mengajar sementara untuk SMPN baru di Jatirangga sudah siap sepenuhnya, sekarang tinggal persetujuan dari dinas pendidikan itu sendiri

“Alhamdulillah secara syarat administrasi sekolah dan lokasi tempatnya sudah ada kita menunjuk SDN di perbatasan kelurahan dekat kalamiring dan pihak SDN sudah bersedia, dan sekolah filial yakni SMPN 28 juga sudah bersedia,” ungkapnya.

Diketahui menjelang memasuki Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2021/2022, banyak warga di wilayah kelurahan Jatirangga merasa takut anaknya tidak dapat bersekolah di SMP Negeri.

Pasalnya, orangtua yang hendak mendaftarkan anaknya ke jenjang SMP Negeri terkendala oleh sistem Zonasi (wilayah) yang notabena keberadaan SMP Negeri berbeda wilayah kelurahan. Ada beberapa kelurahan di Jatiasampurna belum memiliki sekolah Menengah Pertama yakni Jatirangga, Jatiranggon dan Jatiraden.

Tokoh Adat kampung Kranggan Suta Tjamin angkat bicara terkait pembukaan Unit Sekolah Baru (USB) SMP Negeri baru kelurahan Jatirangga dan Jatiranggon, Kecamatan Jatisampurna.

Dia mengatakan tahun ini pernyataan dari Dinas Pendidikan (Disdik) kota Bekasi di kelurahan Jatirangga dan Jatiranggon sudah bisa melakukan pendaftaran.

“Kata Disdik tahun ini sudah bisa pendaftaran di SMP Negeri baru, sekarang tinggal persetujuan pendaftaran dari Disdik,” tegasnya mengatakan persyaratan administrasi, di wilayah Jatirangga maupun Jatiranggon sudah disetujui oleh Disdik kota Bekas.

Menurut Suta, keberadaan SMP Negeri di Jatirangga maupun Jatiranggon sangat diharapkan masyarakat setempat sejak lama, terlebih sistem PPDB saat ini ada yang masuk pada Zona Lingkungan.

“Sudah beberapa tahun ini khususnya warga Jatirangga, Jatiranggon maupun jatiraden sering kalah jumlah anak yang masuk daftar baru dengan kelurahan yang sudah memiliki SMP Negeri,” ungkapnya.

Lihat juga...