Jika Diperbolehkan, Vaksinasi Buruh Rokok di Kudus Didanai DBHCHT

Buruh rokok di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah - foto Dok Ant

KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, siap membantu vaksinasi COVID-19 buruh rokok, dengan memanfaagtkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), jika aturan penggunaan dana tersebut memperbolehkan.

“Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan nomor 206, memang tidak ada ketentuan untuk pembelian vaksin. Akan tetapi kami bisa berkonsultasi terlebih dahulu ke Kementerian Keuangan,” kata Bupati Kudus, Hartopo, Rabu (19/5/2021).

Apabila diberikan dispensasi, pemerintah daerah siap memfasilitasi hal tersebut. Sehingga target 70 persen masyarakat tervaksinasi bisa tercapai. Harapannya, ketika semua buruh rokok juga divaksinasi, maka jumlah warga yang divaksinasi bertambah dan bisa mencapai target 70 persen.

Dengan capaian 70 persen herd immunity (kekebalan kelompok), harapannya penuntasan kasus COVID-19 di Kudus juga bisa segera direalisasikan. Meskipun demikian, Bupati tetap mengingatkan masyarakat Kudus untuk mematuhi protokol kesehatan. Untuk pengadaan vaksin COVID-19, setiap dosisnya bisa mencapai Rp1 jutaan, sudah termasuk biaya tenaga medis yang bertugas menyuntikkan vaksin hingga dua kali.

Corporate Secretary Pabrik Rokok Sukun, Deka Hendratmanto mengungkapkan, perusahaan Sukun Grup memutuskan untuk mundur dari program vaksinasi gotong royong. Hal tersebut, disebabkan, biaya vaksin tergolong tinggi, sehingga dikhawatirkan bisa mengganggu neraca keuangan perusahaan yang sedang dalam proses penstabilan kembali. “Ini pilihan yang logis untuk saat ini, jika dipaksakan tentu akan mengganggu neraca keuangan kami yang belum stabil karena pandemi,” ujarnya.

Perusahaan Sukun Group disebut Deka, akan menunggu program vaksinasi dari pemerintah melalui Klinik Pratama Sukun Group (KPSG), sebagai salah satu fasilitas kesehatan yang ditunjuk resmi oleh pemerintah untuk program vaksinasi. “Kami menyadari betul proses vaksinasi untuk karyawan di perusahaan kami akan berjalan lambat, namun untuk sementara waktu itu adalah pilihan terbaiknya,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...