Jualan Aneka Makanan Berbahan Ikan di Larantuka, Menjanjikan

Editor: Makmun Hidayat

LARANTUKA — Penjualan makanan berbahan baku ikan di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) masih sangat jarang, meskipun keuntungan yang diperoleh sangat lumayan untuk menambah penghasilan keluarga.

“Saya tetap berjualan aneka masakan berbahan baku ikan laut karena selain pendapatannya lumayan, pembelinya pun tetap selalu ada.” sebut Lusiana da Gomez, penjual kuliner berbahan baku ikan saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Lohayong, Kota Larantuka, Sabtu (15/5/2021).

Nona Gomes sapaannya menyebutkan, dirinya mulai berbisnis kuliner berbahan baku ikan mulai tahun 2016 dengan membuat abon ikan dengan kuliner lainnya seperti risol ikan, rolade ikan, perkedel, bakso, kerupuk, pizza dan tumpeng dengan lauk ikan.

Ia mengatakan, semuanya chips ikan karena di Flotim, produksi ikan cakalang dan tuna sangat tinggi sehingga bahan bakunya mudah diperoleh dan harganya pun tidak terlalu mahal.

“Saya biasa pakai ikan tuna, cakalang dan ikan tenggiri khusus untuk pembuatan bakso. Meskipun menggunakan bahan baku ikan tapi proses pengolahannya bagus sehingga tidak berasa amis,” ucapnya.

Alumnus STM Kimia Industri Semarang jurusan Industri Pangan, ini mengatakan, dirinya menjual pizza berbahan baku ikan dengan harga Rp25 ribu sampai Rp50 ribu dengan varian rasa seperti jamur dan sosis.

Lusiana da Gomez, warga Kelurahan Lohayong, saat ditemui di rumahnya, Sabtu (15/5/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Selain itu sebutnya, ada juga perkedel ikan dijual dengan harga murah Rp1.000 per buah dan satu paket isi 10 buah dijual Rp10 ribu dan banyak dipesan pelanggan karena rasanya lebih enak.

“Yang paling banyak dipesan seperti perkedel, risol, nugget dan piza dimana setiap harinya selalu ada.Selama liburan dan hari raya Idul Fitri pesanan tetap banyak,” terangnya.

Nona Gomes pun menegaskan selalu menjaga kualitas sehingga setiap hari harus diolah ikannya sebab dia  tidak ingin ikan bertahan lama di kulkas karena rasanya akan berbeda.

Ia membenarkan saat ini banyak yang pesan makanannya karena ikan bisa dimakan semua kalangan, halal dan tidak berdampak bagi kesehatan terutama bagi para lansia.

Diakuinya, dirinya bekerja sendiri sehingga tidak terlalu menjual banyak porsi dan hanya berjualan saat pagi dan sore hingga hingga malam hari sebab paginya harus bekerja di sebuah hotel.

“Saya membuatnya tidak banyak porsi dan sesuai pesanan saja agar tidak mengalami banyak kerugian.Semua pesanan diantar ke rumah pembeli dan kalau di luar Kota Larantuka seperti di Pulau Solor dan Kota Maumere hanya dikirim,” ungkapnya.

Nona Gomez juga mengaku menghindari pemakaian penyedap rasa berlebihan dan lebih suka memakai gula merah.

Meski banyak yang berjualan  makanan seperti dirinya namun ia tidak terlalu memerdulikan karena rasa masakan berbeda dan ia lebih memilih menggunakan bumbu alami agar makanan awet dan bertahan lama.

“Saya buka warung sendiri di rumah dan meskipun kecil saya tetap melayani pembeli. Pagi saya masak baru berangkat bekerja dan setelah pulang kerja kembali masak untuk dijual sore dan malam harinya,” terangnya.

Warga Kota Larantuka lainnya, Maria Dalena, mengaku sekolah tempat anaknya menuntut ilmu selalu memesan makanan dari Lusiana da Gomez karena selain rasanya enak,makanannya pun bisa tahan lama dan lebih sehat.

Maria mengakui makanan yang dibuat pun cocok dikonsumsi anak-anak sebab tidak mempergunakan penyedap rasa sehingga aman bagi kesehatan anak-anak terutama bagi para lansia yang memiliki banyak penyakit.

“Sekolah tempat anak saya belajar selalu memesan makanan dari Nona Gomez.Flores Timur kaya akan ikan sehingga sayang apabila ikan yang berlimpah ini tidak dimanfaatkan dengan mengolahnya menjadi berbagai menu masakan,” ucapnya.

Lihat juga...