Kadin Siapkan Sentra Vaksinasi Gotong Royong di Jatim

Ketua Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto – Foto Ant

SURABAYA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin), dalam waktu dekat membuat sentra vaksinasi gotong royong di Jawa Timur (Jatim), sebagai tempat atau lokasi pemberian vaksin bagi industri dengan jumlah karyawan yang tidak banyak.

Rencana tersebut untuk menindaklanjuti hal serupa yang telah dilakukan di Jakarta. “Ini baru kami bicarakan dengan teman-teman yang memiliki fasilitas kesehatan, dan akan kami sampaikan kepada Gubernur Jatim. Karena gubernur juga menunggu informasi dari kami,” kata Ketua Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto, Sabtu (22/5/2021).

Pelaksanaan vaksinasi gotong royong, segera dilakukan di Jatim. Hingga periode ketiga pendaftaran, jumlah perusahaan yang telah mendaftar kegiatan tersebut melalui Kadin Indonesia mencapai 1.800 perusahaan dengan jumlah karyawan sekitar 500 ribu orang. “Untuk total potensi perusahaan di Jatim sesuai data BPS Jatim mencapai 816.804 perusahaan, dengan jumlah karyawan 3,186 juta orang,” kata Adik.

Terkait Fasilitas Kesehatan (faskes) di Jatim, Adik menegaskan, sudah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan sejumlah faskes di Surabaya dan luar Surabaya, termasuk di Kediri. Untuk di Surabaya, Faskes yang akan diajak kerja sama, di antaranya RS Premier, RS PHC, RS Siti Hajar Sidoarjo, RS Semen Gresik, dan beberapa klinik faskes lainnya. “Di luar Surabaya, ada Kadin Kediri, yang telah berkoordinasi di sana untuk mengkover pelaksanaan vaksin gotong royong,” tambahnya.

Adik menyebut, fasilitasi vaksin gotong royong di Kediri sangat penting, karena ada satu perusahaan yang telah mendaftar dengan jumlah karyawan sekira 40 ribu orang. “Kalau faskes daerah tidak mencukupi perlu didukung dengan mobile care dari Surabaya agar pemberian vaksin lebih tersistematis,” tuturnya.

Sebelumnya, Kadin Indonesia telah membuat fasilitas sentra vaksinasi gotong royong di Jakarta yang ditempatkan di Senayan Park Mall (Spark Mall). Fasilitasi sentra itu mampu menampung dan melakukan vaksinasi minimal 500 orang hingga maksimal 1.000 orang per hari. (Ant)

Lihat juga...