Kalbar Dilirik Investor Produksi Sarung Tangan dari Latex

PONTIANAK – Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Barat (Kalbar), Heronimus Hero mengklaim, sudah ada investor yang tertarik memproduksi sarung tangan karet berbahan dasar latex di daerahnya.

Hal itu, akan menjadi peluang sekaligus tantangan, dalam pengembangan olahan karet sebagai salah satu komoditas perkebunan andalan Kalbar. “Sejauh ini dari informasi yang kami dapat sudah ada perusahaan yang bergerak di industri sarung tangan medis ingin mengembangkannya atau investasi di Kalbar,” ujar Heronimus di Pontianak, Sabtu (29/5/2021).

Perusahaan tersebut, sudah beroperasi dan menghasilkan produk sarung tangan medis. Namun, saat ini masih mengambil bahan baku dari luar Kalbar. Direncanakan, akan memperbesar skala usaha, sehingga perlu ditopang bahan baku yang cukup. Karet dari Kalbar, diharapkan mampu memasok kebutuhan perusahaan tersebut. “Ini peluang yang bagus, karena selama ini belum ada satu-pun kegiatan hilirisasi karet di Kalbar, untuk membuat produk siap pakai. Selama ini, karet kita diolah hanya menjadi crumb rubber, kemudian di ekspor,” tuturnya.

Dinas Perkebunan Kalbar menurutnya, siap untuk menjembatani pekebun dan perusahaan. Pekebun karet tidak begitu sulit beralih, ke produksi latex dari yang sebelumnya mengolah karet menjadi bokar. Dengan catatan, harga latex bisa lebih tinggi dari pada bokar. “Disbun Kalbar pada dasarnya mendukung hal ini, kalau prospeknya jelas. Pekebun harus mendapat kepastian penyerapan latex dan tentu harganya harus bisa bersaing dengan bokar. Kalau ternyata harga latex lebih rendah dari bokar, rasanya akan sulit bagi pekebun,” tuturnya.

Apabila hal itu direalisasikan, Hero optimistis, hal tersebut akan mendorong pengembangan budi daya karet. Namun di sisi lain, permintaan yang tinggi, juga menjadi sebuah tantangan, mengingat saat ini produksi karet lokal belum mampu memenuhi kebutuhan pabrik karet di provinsi ini. (Ant)

Lihat juga...