Kanada Berupaya Hapus Rasisme di Tengah Lonjakan Sentimen Anti-Asia

Tangkapan layar Duta Besar Kanada untuk ASEAN, Diedrah Kelly, dalam wawancara khusus dengan ANTARA dari Jakarta, Rabu (5/4/2021). Ant

JAKARTA – Di tengah berbagai krisis ekonomi dan kesehatan yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19, dunia juga dihadapkan oleh krisis sosial yang muncul, terutama terkait kekerasan rasial dan sentimen anti-Asia yang melonjak sejak pandemi mulai mendunia.

Duta Besar Kanada untuk ASEAN, Diedrah Kelly, membahas isu terkait sentimen tersebut dan berbagi langkah-langkah yang dilakukan Kanada untuk menghadapi tren peningkatan rasisme yang disebut mengkhawatirkan, dalam perbincangan di International Corner kali ini.

Duta Besar Diedrah Kelly mengatakan, sayangnya peningkatan sentimen anti-Asia adalah sesuatu yang telah kita lihat selama pandemi berlangsung. Ia pun mengindikasikan adanya tren peningkatan rasisme yang mengkhawatirkan. Tak hanya di Amerika Utara, namun juga di seluruh dunia.

“Saya pikir, orang-orang merasa ketakutan akan pandemi dan sayangnya terdapat kecenderungan untuk mencari pihak yang disalahkan, dan di situasi-situasi seperti ini anda dapat melihat tindakan dan kepercayaan yang buruk seperti rasisme jadi meningkat,” katanya.

Dubes Kelly mengakui, bahwa hal itu pun dialami di Kanada dan tentu saja tidak mengindikasikan nilai yang dipegang oleh kebanyakan warga Kanada. Terdapat sejumlah kantong populasi yang memiliki keyakinan tersebut, dan menunjukkan tindakan seperti itu, namun itu tidak merepresentasikan populasi keseluruhan dan tidak akan ditolerir, serta tak dapat diterima. Baik di Kanada maupun di tatanan dunia, pemerintah Kanada telah menegaskan sikap tersebut.

“Selain itu, di Kanada saat ini tengah berlangsung Bulan Warisan Asia (Asian Heritage Month) dan Menteri (Mary) Ng, yang merupakan salah satu menteri kabinet pemerintah Kanada untuk perdagangan internasional, UMKM, dan ekspor, memiliki portofolio yang panjang dan dia merupakan anggota kabinet yang sangat berpengaruh dan sangat aktif di kawasan, termasuk untuk memperkuat hubungan ekonomi Kanada dengan kawasan ASEAN. (Perayaan) ini memiliki arti khusus baginya, karena dia merupakan keturunan Asia dan kemarin Menteri Ng mengeluarkan pernyataan untuk menyoroti peringatan ini di Kanada,” jelasnya.

Ia menjelaskan, tema peringatan tahun ini adalah pengakuan, ketahanan, dan penyelesaian (recognition, resilience, resolve), yang menurutnya sangat relevan dalam masa pandemi ini.

“Inti dari Bulan Warisan Asia adalah untuk mengakui kontribusi yang diberikan oleh warga Kanada dengan keturunan Asia dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam sejarah maupun hingga hari ini, baik dari segi kewirausahaan kecil dan menengah yang berkontribusi terhadap kesejahteraan ekonomi dan kehidupan sosial komunitas, maupun para pimpinan perusahaan dan mereka yang memberikan kontribusi keilmuan dan inovasi,” katanya.

Jadi, lanjut Dubes Kelly, pengakuan atas kontribusi mereka di Kanada begitu penting, dan ia berharap dengan meningkatkan pendidikan dan kesadaran akan hal ini, mereka yang memiliki pandangan rasis atau sentimen anti-Asia akan dapat lebih terinformasi dan mengubah opini mereka.

Lihat juga...