Kawasan Konservasi, Penangkapan Ikan di Tanjung Kajuwulu Dibatasi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Wilayah perairan di depan kawasan wisata Tanjung Kajuwulu yang berada di Desa Magepanda, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan areal konservasi sehingga penangkapan ikan dibatasi.

“Perairan di Tanjung Kajuwulu masuk kawasan konservasi sehingga penangkapan ikan menggunakan pancing saja yang diperbolehkan,” kata Bupati Sikka, NTT, Fransiskus Roberto Diogo saat dihubungi, Rabu (12/5/2021).

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, saat ditemui di Desa Magepanda, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, NTT, Minggu (9/5/2021). Foto: Ebed de Rosary

Robi sapaanya menyebutkan, penangkapan ikan menggunakan pukat juga dilarang karena ikan di perairan ini harus dijaga dan dilindungi karena masuk daerah perlindungan laut.

Menurutnya, perairan Tanjung Kajuwulu sejak tahun 90-an oleh Dinas Perikaan dijadikan perairan yang harus diproteksi dan sudah ada Perauran Daerah (Perda)-nya.

“Parairan Tanjung Kajuwulu ini harus diproteksi dan sudah ada Perdanya. Jadi kapal-kapal yang masuk di kawasan ini harus dipantau agar tidak menangkap ikan sembarangan,” ucapnya.

Robi berpesan kepada Dinas Pariwisata agar berkoordinasi dengan Dinas Perikanan dan aparat keamanan termasuk TNI AL dan Polairud Polda NTT guna pengawasan terhadap aktivitas penangkapan ikan di wilayah ini.

Mantan Camat Nelle ini menjelaskan, luas terumbu karang di perairan Kabupaten Sikka sebesar 128 kilometer persegi dan merupakan yang terluas di Provinsi NTT.

Dia katakan, sudah diproteksi 10 persen atau 12,5 kilometer persegi dengan maksud menjaga keseimbangan ekosistem sehingga masih ada mangrove, reef flat, sea grass, reef deep, padang lamun dan lainnya.

“Di Tanjung Kajuwulu ada reef flat yang cukup luas dengan kedalaman paling tinggi 2 meter kalau air pasang dan bagus untuk snorkeling,” ungkapnya.

Robi menambahkan, spesies ikan karang di perairan Kabupaten Sikka paling banyak dibandingkan dengan di Labuan Bajo dan keanekaragaman terumbu karang juga sangat banyak.

“Saya sudah menugaskan Bappeda Sikka untuk membuat buku panduan berisi jenis-jenis ikan yang ada di perairan Kabupaten Sikka agar penyelam yang mau berkunjung ke Sikka bisa mengetahuinya,” jelasnya.

Sementara itu, penyelam Maumere Diver Community (MDC), Dodot, yang ditanyai mengakui, perairan dangkal di depan tempat wisata Tanjung Kajuwulu banyak terdapat karang yang mati.

Dodot menyebutkan, rata-rata karang yang mati berwarna kehitaman dan diduga akibat adanya penangkapan ikan menggunakan potasium sehingga membuat karang-karang yang masih muda banyak yang mati.

“Banyak sekali ditemukan terumbu karang yang mati dan berwarna kehitaman. Diduga akibat penggunaan potasium dalam menangkap ikan di perairan ini,” ucapnya.

Lihat juga...