Keluarga Pasien Sesalkan Pelayanan di RSUD Larantuka

Editor: Makmun Hidayat

LARANTUKA — Keluarga pasien menyesalkan pelayanan medis yang diberikan oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Hendrik Fernandez Larantuka, Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur, (NTT) yang notabene milik pemerintah.

“Pelayanan  medis di rumah sakit umum milik Pemerintah Kabupaten Flores Timur ini sangat mengecewakan,” kata Kepala Desa Konga, Aloysius Sinyo Kung saat dihubungi, Jumat (21/5/2021).

Aloysius menyebutkan, orangtuanya dirujuk dari Puskesmas Lewolaga Kecamatan Titehena ke RSUD dr. Hendrik Fernandez di Kota Larantuka, Kamis (20/5/2021) dan menjalani pemeriksaan di poliklinik umum.

Ia menjelaskan, setelah di poliklinik umum orangtuanya diarahkan ke ruangan untuk melakukan USG, tetapi bidan dan perawat mengatakan bahwa ruangan telah penuh.

“Akibat ruangan penuh, orangtua saya ditunda pelayanannya. Keteter yang dipasang pun terlepas dan orangtua saya terpaksa berada di lorong rumah sakit tersebut,” sesalnya.

Kepala Desa Konga, Aloysius Sinyo Kung saat ditemui di kantor desanya, Rabu (19/5/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Aloysius menambahkan, orangtuanya pun terpaksa hanya duduk di kursi roda sehingga harus diberi makan sambil duduk di kursi roda yang ditempatkan di lorong rumah sakit.

Ia pun kemudian menghubungi salah satu anggota DPRD Flores Timur, dan setelah ditangani anggota dewan tersebut, orangtuanya mendapatkan pelayanan medis.

“Kasihan sekali pelayanan yang ada di rumah sakit milik pemerintah ini. Pasien pun dibiarkan terlantar dan harus berada di lorong dan dilayani ketika kami mengadukannya kepada anggota dewan,” ucapnya.

Aloysius menambahkan, setelah ada intervensi anggota dewan akhirnya orangtuanya pun mendapatkan pelayanan USG dan bisa kembali ke rumah, tapi tetap kontrol di Puskesmas Lewolaga.

Sementara itu, Direktur RSUD Hendrikus Fernandez Larantuka, dr. Sanny saat ditanyai Cendana News menjelaskan, saat pasien tiba di ruangan USG memang jam pelayanan sudah selesai.

Dokter Sanny menambahkan, saat itu dokternya masih membaca hasil pemeriksaan USG yang lainnya yang telah dilakukan.

Ia mengatakan, saat itu masih banyak hasil USG pasien rawat inap yang masih dibaca sehingga disuruh menunggu. Dokternya pun masih melayani meskipun jam pelayanan sudah selesai.

“Tapi kemarin pasiennya sudah dilayani. Pasien ini merupakan pasien rawat jalan dan saat itu dokternya masih sibuk membaca hasil USG pasien rawat inap,” ungkapnya.

Lihat juga...