Lebaran CDN

Kemarau, Warga Gunung Kidul Mulai Kesulitan Air Bersih

Ilustrasi. Proses pemasangan pipa untuk menurunkan dampak warga kesulitan mendapat air bersih di Gunung Kidul – Foto Ant

GUNUNG KIDUL  – Warga di Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mulai kesulitan mendapatkan air bersih, karena beberapa pekan terakhir tidak ada hujan yang mengguyur wilayah tersebut.

Sekretaris Camat Girisubo, Arif Yahya menyebut, sudah ada warga yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Seperti warga yang tinggal di Desa Jerukwudel. “Sampai saat ini belum ada laporan resmi yang masuk, tapi sudah ada armada pengangkut air yang beroperasi,” katanya, Minggu (2/5/2021).

Kendati demikian, saat ini belum bisa disebutkan secara resmi, dampak warga yang mengalami kekurangan air bersih. Saat ini masih dilakukan upaya koordinasi dengan kalurahan, guna mendata warga terdampak kekeringan. “Minggu-minggu ini, kami akan melakukan pemetaan wilayah yang sudah mulai kekurangan air bersih. Kami juga akan menyiapkan strategi bagaimana distribusi air bersih tepat sasaran dan tepat waktu, apalagi menghadapi Lebaran 2021 ini, kebutuhan air bersih pasti akan meningkat,” katanya.

Arif mengatakan, wilayah Girisubo memiliki sumber air yang minim. Pada saat kemarau sering mengalami krisis air bersih. Tahun lalu, ada sekira 60 dusun di delapan desa, yang membutuhkan bantuan air bersih, baik yang dilaksanakan kecamatan maupun BPBD Gunung Kidul. “Setiap tahun, Girisubo menjadi langganan krisis air bersih. Sehingga kami menyiapkan anggaran untuk distribusi air bersih kepada warga, sekaligus armadanya,” kata Arif Yahya.

Salah seorang pengusaha tangki angkutan air bersih di Desa Jerukwudel, Girisubo, Kitut Sakiran mengatakan, hujan di wilayahnya sudah tidak turun sejak beberapa minggu lalu. Kondisi ini berdampak terhadap stok cadangan air bersih milik warga yang mulai habis.

Ia menyebut, sejak satu pekan lalu sudah kebanjiran permintaan pengiriman air bersih ke masyarakat. Setiap hari bisa mengirimkan delapan sampai 10 tangki, dengan kapasitas 5.000 liter.

Adapun harga sangat bergantung dengan jarak dan kondisi medan yang harus dilalui. Harga termurah dipatok untuk wilayah di sekitaran kecamatan atau di wilayah Desa Pucung, harganya di kisaran Rp90 ribu sampai Rp100 ribu per tangki.

Selanjutnya, harga air bersih di wilayah Desa Tileng bisa mencapai Rp120 ribu per tangki sekali pengiriman. Adapun harga pengiriman termahal terjadi di wilayah Songbanyu tepatnya di Dusun Putat, Selang, Joho dan Gesik, dengan harga Rp200 ribu per tangki. “Harga air bersih satu tangki tergantung jarak tempuh dan kondisi geografis,” jelas Kitut Sakiran. (Ant)

Lihat juga...