Lebaran CDN

Kementan Fasilitasi Biaya Transportasi Bahan Pangan Daerah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga dan pasokan bahan pangan strategis jelang hari raya Idulfitri 2021. Secara umum Kementan menilai bahwa kedua aspek tersebut masih relatif aman dan stabil.

Meski demikian, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan, Agung Hendriadi mengimbau, agar daerah yang ketersediaan pasokan pangannya masih defisit, segera berkoordinasi dengan Kementan.

“Bagi daerah yang mengalami kekurangan pasokan, kami menyediakan fasilitas bantuan biaya transportasi dari daerah surplus yang harganya lebih murah ke daerah defisit yang mengalami kenaikan harga ekstrem, dalam upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di seluruh wilayah,” ujar Agung dalam webinar Ketersediaan Pangan Jelang Lebaran, Senin (3/5/2021).

Agung juga menyebut, pihaknya telah meminta kepada seluruh dinas pangan di daerah agar terus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan melalui berbagai langkah aksi, di antaranya menyelenggarakan Bazar Pangan Murah secara intensif di wilayah masing-masing.

“Inisiatif apa pun yang dapat memudahkan distribusi bahan pangan ke masyarakat harus dilakukan. Kami di pusat menyediakan stok bahan pangan pokok strategis dengan jumlah yang cukup di Pasar Mitra Tani/Toko Tani Indonesia Center di Jakarta, Bogor dan Depok dengan harga yang lebih murah dari harga di pasar. Itu pun bisa dimanfaatkan,” tukas Agung.

Sementara itu, Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan BKP Kementan, Risfaheri, menambahkan, bahwa dari hasil pantauan didapati pasokan pangan dalam kondisi cukup dan harga cenderung stabil.

“Harga beras medium berkisar Rp 8.100–10.500/kg, sedangkan beras premium berada di kisaran Rp11.500–14.000/kg dengan kisaran stok 5-7 ton/pengecer. Harga Gula pasir di pasar berkisar antara Rp12.500–14.000/kg. Minyak goreng ada sedikit kenaikan di kisaran Rp 13.000–15.000/kg dengan kisaran stok 100-150 liter/pengecer. Cabai Rawit Merah (CRM) dan Cabai Merah Keriting (CMK) relative stabil, harga CRM Rp60.000/kg dan harga CMK berkisar Rp22.000–30.000/kg. Sementara itu, untuk harga bawang merah Rp26.000-30.000 dan bawang putih Rp24.000-30.000/kg, harga ini terpantau mengalami penurunan dibanding minggu lalu,” ungkap Risfaheri.

Menanggapi harga minyak goreng dan gula pasir di atas HAP (Harga Acuan Penjualan di konsumen/Permendag 7/2020) serta sebagian beras medium dan premium yang melebihi HET, Risfaheri mengingatkan kepada pedagang agar memperhatikan HAP dan HET yang telah dikeluarkan pemerintah.

“Catatan kami, stok ketiga komoditi pangan tersebut dalam kondisi aman dan surplus sehingga tidak ada alasan kenaikan harga di luar kewajaran, meskipun menjelang Idulfitri ini permintaan meningkat. Untuk itu kami berharap Satgas Pangan dapat melakukan pengawasan,” tegas Risfaheri.

“Masyarakat tidak perlu khawatir dengan fluktuasi harga pangan yang terjadi khususnya jelang Idulfitri tersebut. Kenaikan sekitar 10 persen dari harga acuan masih wajar dalam menghadapi Idulfitri, karena pedagang tentu perlu penghasilan lebih juga untuk bisa berlebaran,” sambungnya menutup.

Lihat juga...