Kementan Pastikan Stok Daging Aman Pasca Lebaran

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Ditjen PKH Kementan, Nasrullah saat menjadi narasumber pada webinar bertajuk Menata Ulang Industri Perunggasan, Rabu (11/11/2020). Foto Amar Faizal Haidar

JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) memastikan stok ketersediaan daging komoditas hewani khususnya ruminansia masih tersedia cukup.

“Kami secara intensif melakukan pemantauan sejak H-7 Idul Fitri 1442 H sampai pasca Lebaran. Kami menjamin produk pangan segar asal hewan tersedia dan memenuhi syarat ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal),” ujar Direktur Jenderal PKH, Nasrullah di Jakarta, Senin (17/5/2021).

Meski demikian, Nasrullah menerangkan, pemerintah terus berupaya meningkatkan populasi, khususnya sapi lokal Indonesia. Setiap Rumah Pemotongan Hewan- Ruminansia (RPH-R) diimbau tidak melakukan pemotongan kepada sapi betina produktif.

“Sedangkan, produk karkas dan daging dari RPH ini didistribusikan untuk kebutuhan masyarakat di wilayah Jabodetabek,” imbuh Nasrullah.

Sementara itu, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Syamsul Ma’arif mengatakan, pemerintah juga menjamin produk pangan segar asal hewan memenuhi persyaratan Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) di RPH-R jelang, saat dan pasca Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Ia menambahkan, Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner terus melaksanakan kegiatan pengawasan terpadu bersama dengan dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan Provinsi/Kabupaten/Kota di wilayah Jabodetabek. Serta berkoordinasi dengan Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis, Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, Kementerian Agama terhadap unit usaha RPH-Ruminansia di wilayah Jabodetabek.

“Pengawasan di RPH-R ini dilakukan untuk memastikan bahwa pelaksanaan kegiatan pemotongan di RPH dapat tetap terlaksana dengan memenuhi persyaratan teknis, sehingga daging yang dihasilkan tetap terjamin keamanan, kesehatan, keutuhan dan kehalalannya,” jelas Syamsul.

Selain aspek keamanan, kesehatan, keutuhan dan kehalalan produk hewan, kegiatan pengawasan juga dilakukan untuk memastikan bahwa sarana, prasarana dan SDM RPH-R yang tersedia mampu memfasilitasi secara baik pemotongan hewan yang mengalami peningkatan hingga 100 persen dibanding hari-hari biasa.

“Di samping itu, memang pihak manajemen RPH-R sendiri juga telah mempersiapkan diri dalam mengantisipasi meningkatnya pemotongan hewan menjelang Idul Fitri 1442 H,” pungkasnya.

Lihat juga...