Kementerian PUPR Optimalkan Rehabilitasi Pasca-Gempa Sulteng

PALU  – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menggenjot progres rehabilitasi dan rekonstruksi pemulihan bagi korban pascagempa di Provinsi Sulawesi Tengah.

“PUPR terus mendorong kegiatan pemulihan melalui penyediaan hunian tetap (huntap) korban gempa,” kata Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Sulteng Kementerian PUPR Rezki Agung saat dihubungi, di Palu, Sulteng, Sabtu.

Menurut dia, apa yang dilakukan pemerintah adalah memfasilitasi warga penyintas untuk memperoleh hunian permanen sebagai tempat tinggal baru mereka, yang merupakan bagian dari pemenuhan hak dasar.

PUPR menyediakan huntap satelit di tiga daerah terdampak parah yakni Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala pada 2021 sebanyak 1.076 unit dan diproyeksikan rampung pada Desember 2021.

“Mulai dari tahap perencanaan lelang pada lokasi-lokasi relokasi baru, pembangunan hingga proses penghunian terhadap hunian yang sudah jadi masih berproses. Artinya, pemerintah sangat serius melakukan upaya pemulihan,” ujar Agung.

Ia mencontohkan seperti penyediaan huntap di wilayah Loli, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, saat ini, sebagian baru memulai produksi komponen rumah instan sederhana sehat (risha) dan pembuatan pondasi bangunan.

Oleh karena itu, katanya, salah satu tujuan kunjungan Wakil Menteri PUPR Jhon Wempi Wetipodan dan Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Surya Tjandra beberapa waktu lalu adalah melihat lebih dekat progres percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di Sulteng, termasuk kendala penyediaan lahan relokasi untuk segera dicarikan solusinya.

Pembangunan huntap di tiga daerah terdampak parah itu, tercatat berada di 10 lokasi Kabupaten Donggala, tiga lokasi di Sigi, dan satu di Kota Palu.

“Hingga akhir April, progres pelaksanaan telah mencapai 42 persen. Diperkirakan pada akhir Mei 2021 dapat diselesaikan 300 unit huntap, akhir Juni sebanyak 700 unit dan pertengahan Desember tahun ini seluruh pekerjaan sudah bisa dimanfaatkan,” ucap Agung.

Dia menambahkan periode 2021-2022, Kementerian PUPR menargetkan pembangunan huntap sebanyak 3.050 unit untuk memenuhi kebutuhan korban gempa, tsunami dan likuefaksi di provinsi tersebut.

“Proses perampungan hunian dilakukan secara bertahap, dan masyarakat di minta agar tetap bersabar,” ujar Agung. (Ant)

Lihat juga...