Kendari Perketat Pengawasan di Perbatasan

Sekretaris Daerah Kota Kendari Nahwa Umar menjelaskan pelaksanaan pengawasan lalu lintas warga di perbatasan setelah Lebaran. -Ant

KENDARI – Pemerintah Kota Kendari di Provinsi Sulawesi Tenggara, memperketat pengawasan lalu lintas warga di daerah perbatasan pada masa arus balik pemudik, setelah Lebaran guna menekan risiko penularan Covid-19.

“Karena arus balik usai libur Idulfitri meningkat, maka saya meminta Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 yang bertugas di perbatasan memperketat penjagaan, utamanya warga yang hendak masuk Kota Kendari usai libur Lebaran,” kata Sekretaris Daerah Kota Kendari, Nahwa Umar, di Kendari, Senin (17/5/2021).

Menurut dia, Dinas Kesehatan sudah diminta menyiapkan pelayanan tes cepat antigen untuk mendeteksi penularan Covid-19 pada warga yang melintasi perbatasan.

“Arus balik itu harus dijaga ketat di lapangan. Bahkan tadi sudah sepakat dengan Dinkes, agar secara acak dilakukan tes swab antigen di lapangan. Kami pakai thermogun, kalau misalnya (ada warga yang suhu tubuhnya) di atas 37 derajat Celsius itu langsung di-swab,” kata Nahwa.

Pemerintah Kota Kendari memperpanjang pelaksanaan operasi yustisi yang mencakup penegakan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 setelah libur Lebaran.

“Terkait perpanjangan waktu operasi yustisi, ada pengarahan dari pimpinan bahwa kami harus lanjut sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari, Paminuddin.

Operasi yustisi yang mencakup penegakan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus Corona, menurut dia, diperpanjang karena lalu lintas barang dan orang di perbatasan meningkat setelah Idulfitri.

“Banyak masyarakat yang masuk ke kota karena habis mudik kemarin, dan mulai dari kemarin padat untuk masuk ke dalam kota kembali untuk melakukan aktivitas seperti biasa,” kata Paminuddin.

Dalam operasi yustisi yang dilaksanakan di perbatasan Baruga setelah Lebaran, ada 36 pengendara yang terjaring karena tidak memakai masker. Mereka dikenai sanksi berupa teguran hingga push up di tempat. (Ant)

Lihat juga...