Ketan Jompo Kuliner Khas Jember, Murah Meriah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JEMBER – Kuliner berupa makanan berbahan ketan dapat dijumpai di mana saja. Biasanya identik dengan harga yang murah meriah.

Di Jember pun terdapat kuliner ketan yang sudah ada sejak 1975. Harganya sangat murah dengan uang Rp3.000 sudah bisa mendapatkan satu porsi ketan tersebut.

Boby, pelaku usaha kuliner ketan, menyatakan kuliner miliknya semakin banyak diminati pembeli. Setiap malam sebanyak 25 kilogram ketan habis terjual.

Boby, pemilik usaha ketan jompo generasi kedua, saat ditemui Cendana News di wilayah Jalan Sultan Agung, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Jember, Sabtu (29/5/2021).- Foto: Iwan Feri Yanto

“Sejak dulu sampai sekarang, ketan jompo dikenal karena harganya yang masih murah. Bahkan dengan harga Rp3.000 per porsi, sudah untung buat usaha kami,” ujar Boby kepada Cendana News, dijumpai di wilayah Jalan Sultan Agung, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Jember, Sabtu (29/5/2021).

Awal mula keberadaan ketan jompo dengan nama ketan cetol (cetol  jika dalam bahasa Madura berarti cubit – red). Karena dari kebanyakan pembeli kesulitan  menyebut ketan cetol, maka berubah menjadi ketan jompo.

“Dulu namanya ketan cetol karena saat pengambilan ketan seperti dicubit. Tapi, banyak orang kesulitan dalam menyebutkan nama ketan cetol. Tahunya orang dulu hanya ketan saja,” ucapnya.

Boby menambahkan, seiring berjalannya waktu, salah satu pembeli yang kesulitan menyebutkan nama ketan cetol merasa lebih mudah menyebut dengan nama  ketan jompo. Karena lokasinya berada di bawah jembatan jompo. Saat itu, nama ketan cetol pun berubah menjadi ketan jompo.

Selain memiliki nama yang unik, dan sudah puluhan tahun ada, ketan jompo juga dikenal memiliki tekstur yang lembut. Rasa ketannya kenyal dan aroma harumnya pun dapat tercium.

“Pembuatan ketan di sini hampir sama dengan ketan yang lainnya. Hanya saja dalam memilih beras ketannya saja yang mungkin berbeda,” paparnya.

Boby mengatakan, ia setiap malam membuka usaha dari sekitar jam 8 sampai jam 12 malam, kecuali hari minggu dirinya mengaku tutup.

“Untuk berapa porsi yang laku, setiap malamnya tidak bisa terhitung. Karena pembeli yang datang seperti gantian, nanti ada yang pulang kemudian ada yang datang. Namun setiap malamnya, bahan yang saya buat sebanyak 25 kilogram ketan habis terjual,” jelasnya.

Selain usaha ketan yang ditekuni, Boby mengaku juga menjual beberapa makanan lainnya seperti tahu walik, sate telur, sate keong, sate usus, dan minuman lainnya.

“Harga per porsi ketan Rp3.000, sedangkan untuk minuman juga Rp3.000 serta makanan lainnya per biji Rp1.000,” ucapnya.

Omar, mahasiswa Politeknik salah satu perguruan tinggi di Jember mengatakan, awal mula dirinya penasaran saat melintasi jalan Sultan Agung. Salah satu dagangan setiap malam ramai pembeli. Karena dirinya penasaran, akhirnya memutuskan untuk mencicipi.

Omar (kiri) saat ditemui Cendana News duduk santai di wilayah Jalan Sultan Agung, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Jember, Sabtu (29/5/2021). – Foto: Iwan Feri Yanto

“Pertama kali pas saya beli rasanya buat saya enak. Baru kali itu saya makan ketan dan rasanya enak. Karena saya sendiri asalnya dari luar Jember,” ucapnya.

Omar menambahkan, selain rasa ketannya yang enak, pemandangan jalannya juga asyik kalau dibuat duduk santai saat malam.

Lihat juga...