Ki Joko Wasis: Bagi Saya Pak Harto Itu ‘Waliyullah’

Jurnalis: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Pelaku melukis jalan kaki 100 Tahun Pak Harto, Muhammad Ali (Muhli) alias Ki Joko Wasis (61), mengaku dengan aksinya tersebut ia hanya ingin beribadah, mendapatkan pahala dan masuk surga.

Ki Joko Wasis, perupa Yogyakarta yang melukis sambil jalan kaki dari Kota Yogyakarta menuju Museum HM Soeharto di kabupaten Bantul, menyatakan, motif di balik kegiatan melukis jalan kaki hanya untuk beramal saleh, mendoakan almarhum Pak Harto pada peringatan 100 tahunnya.

“Harapannya dengan acara ini bisa menjadi pahala bagi teman-teman, supaya masuk surga. Kalau ditanya efek yang lain, sulit dibicarakan,” katanya.

Ki Joko Wasis tidak menampik, bahwa saat ini banyak generasi bangsa yang menjelek-jelekkan Pak Harto. Ia pun menegaskan, bahwa sebaiknya orang melihat dari dua sisi dan menimbang, baru bicara.

“Bagi saya, Pak Harto itu waliyullah, karena bisa menenteramkan. Kalau dulu ada yang merasa terbelenggu, itu karena peraturan harus dipatuhi,” cetus Ki Joko Wasis.

Bukan kali ini saja Ki Joko Wasis melukis sambil jalan kaki. Sebelumnya, ia pernah melukis sambil jalan kaki dengan melukis seratus wajah pelukis legendaris.

Misalnya Affandi, saat karnaval peresmian Jalan Affandi di Yogyakarta pada 2007. Kemudian pada 2008, memperingati Hari Kebangkitan Nasional, dengan napak tilas penyerangan pasukan Sultan Agung ke Batavia.

Lalu, pada 2014, melukis Presiden Joko Widodo sambil jalan kaki dari Yogyakarta ke Istana Negara Jakarta.

Ki Joko Wasis mengatakan, tidak ada persiapan khusus pada setiap aksinya melukis sambil jalan kaki.

“Dibuat senang saja. Yakin, karena konsepnya ibadah. Paling hanya minum telur ayam kampung saja,” pungkas Ki Joko Wasis.

Lihat juga...