Koperasi Amanah Galunggung Mandiri Bertekad Ubah Paradigma Masyarakat

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Manager Umum Koperasi Amanah Galunggung Mandiri, Yana Chaeru Taufiq Ismail. Foto: Jatmika H Kusmargana

TASIKMALAYA — Meski baru berdiri sejak 2019 lalu, Koperasi Amanah Galunggung Mandiri yang merupakan koperasi binaan Yayasan Damandiri di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Cilampunghilir, Padakembang, Tasikmalaya, Jawa Barat, memiliki cita-cita besar untuk dapat mengubah paradigma masyarakat dalam memandang koperasi.

Hal tersebut tak lepas karena sampai saat ini masih banyak masyarakat yang seolah salah kaprah dalam memandang koperasi. Dimana koperasi selama ini kerap dipandang sebelah mata, yakni sebagai lembaga/organisasi kecil tingkat desa yang dianggap hanya mampu mengurusi usaha simpan pinjam skala mikro saja.

“Pandangan semacam itulah yang ingin kita ubah. Karena sebenarnya koperasi memiliki banyak sekali fungsi di masyarakat. Mulai dari meningkatkan perekonomian anggota, meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat sekitar, hingga membangun tatanan perekonomian nasional berlandaskan Pancasila dan UUD 45,” ungkap Manager Umum Koperasi Amanah Galunggung Mandiri, Yana Chaeru Taufiq Ismail.

Atas dasar itulah, Koperasi Amanah Galunggung Mandiri, dengan dukungan penuh Yayasan Damandiri, selama ini tak pernah berhenti menjalankan berbagai program pemberdayaan baik itu di bidang ekonomi, pendidikan, lingkungan, kesehatan maupun sosial untuk membantu masyarakat yang ada di lingkungan sekitarnya.

Di antaranya adalah menyalurkan bantuan lantainisasi dan jambanisasi bagi warga kurang mampu, meningkatkan kualitas pendidikan PAUD lewat pemberian beasiswa dan APE, hingga meningkatkan layanan kesehatan masyarakat dengan memberikan bantuan sarana-prasarana bagi posyandu. Termasuk juga penyediaan akses modal yang mudah dan murah bagi pengembangan usaha warga desa.

“Belum lama ini, kita juga ikut mendata dan merekomendasikan sebanyak 700 warga desa Cilampunghilir agar bisa menerima program BPUM (Banpres Produktif Usaha Mikro). Sehingga diharapkan perekonomian warga yang selama ini terdampak pandemi Covid-19, bisa segera bangkit kembali,” katanya.

Menurut Taufiq, hanya melalui program-program sosial semacam itulah, diharapkan secara perlahan masyarakat akan semakin menyadari peran dan fungsi koperasi. Yakni dengan mendapatkan dan merasakan sendiri manfaat dari koperasi. Sehingga bukan tidak mungkin paradigma masyarakat terhadap koperasi selama ini akan bisa berubah ke arah yang lebih baik.

“Harapannya tentu, masyarakat bisa lebih percaya kepada koperasi. Sehingga masyarakat tidak hanya datang ke koperasi saat ingin meminjam uang saja. Namun juga saat hendak menabung. Dengan begitu koperasi akan bisa tumbuh dan berkembang. Yang pada akhirnya akan mampu memberikan manfaat yang lebih banyak pada masyarakat itu sendiri,” pungkasnya.

Lihat juga...