Lebaran CDN

Koperasi Amanah Galunggung Mandiri Buka Akses Pinjaman bagi Anggota

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

TASIKMALAYA – Unit usaha Modal Kita, Koperasi Amanah Galunggung Mandiri, di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Cilampunghilir, Padakembang, Tasikmalaya, Jawa Barat, mulai membuka akses layanan pinjaman modal kecil bagi seluruh anggotanya.

Tak seperti pinjaman mikro yang hanya memiliki plafon maksimal Rp1-2juta, pinjaman kecil ini nantinya akan memiliki plafon pinjaman yang jauh lebih besar yakni di atas Rp5 juta. Meski begitu, setiap anggota yang hendak memanfaatkan pinjaman kecil ini wajib menyertakan agunan atau jaminan.

“Kalau untuk pinjaman mikro tidak ada jaminan, namun plafon maksimal hanya Rp2 juta. Sedangkan untuk pinjaman kecil, ada jaminan, namun plafonnya lebih besar, yakni di atas Rp5 juta,” ungkap Manajer Umum Koperasi Amanah Galunggung Mandiri, Yana Khairul Taufiq Ismail, kepada Cendana News, Selasa (4/5/2021).

Taufiq mengatakan, layanan pinjaman kecil ini mulai dijalankan, sebagai upaya memaksimalkan perputaran uang koperasi yang terpaksa megalami ketersendatan akibat dampak pandemi Covid-19. Di mana banyak anggota koperasi yang terpaksa menunggak atau mengalami kredit macet akibat penghasilannya menurun dan tak bisa bekerja.

“Dengan adanya pinjaman kecil ini, diharapkan modal koperasi bisa terus berputar. Target sasaran dari pinjaman kecil ini adalah mereka para anggota yang usahanya sudah mulai berjalan. Atau pun juga pelaku usaha baru, yang membutuhkan modal cukup besar untuk memulai usaha,” katanya.

Sayangnya, keterbatasan modal yang dimiliki koperasi, membuat jumlah pengakses pinjaman kecil ini nantinya harus dibatasi. Yakni lebih diutamakan bagi para anggota koperasi berprestasi, yang selama ini tertib melakukan kewajibannya. Yakni dalam membayar angsuran atau cicilan bulanan kepada koperasi.

“Upaya penambahan modal tentu akan kita upayakan. Misalnya dengan menjaga atau memupuk, anggota yang selama ini tertib membayar angsuran. Atau pun dengan melakukan pengajuan ke pihak yayasan,” ungkapnya.

Dengan kondisi keuangan koperasi yang tengah terpuruk seperti saat ini, Taufiq berharap agar pihak Yayasan Damandiri bisa membantu menyehatkan kembali kondisi keuangan koperasi. Baik itu dengan memberikan modal tambahan, ataupun memberikan keringanan pada koperasi terkait pembayaran cicilan bulanan.

“Selama ini, kita pihak koperasi telah memberikan keringanan pada semua anggota terdampak Covid-19, seperti dengan penundaan pembayaran angsuran, dan lain-lain. Karena itu kita juga berharap pihak yayasan juga bisa memberikan keringanan ke kita. Sehingga lebih fair. Dengan begitu keuangan koperasi juga akan lebih sehat,” harapnya.

Lihat juga...