Koperasi Bantar Agung Bantu Pasarkan Produk Makanan Lokal di Masa Pandemi

Editor: Koko Triarko

Ketua Koperasi Bantar Agung, Heryanto, di kantornya, Senin (24/5/2021). -Foto: Hermiana E. Effendi

Untuk emping, misalnya, dalam satu minggu kemarin hanya terjual 6 kilogram, kemudian rengginang terjual 10 kilogram dan yang cukup banyak, yaitu keripik pisang, dalam satu minggu penjualannya sampai 25 kilogram.

Penyuplai keripik pisang, Juhairiyah, mengaku bersyukur pihak Koperasi Bantar Agung masih mau berupaya untuk membantu penjualan produk keripik pisangnya. Sebab, kondisi ekonomi saat ini sedang sulit akibat pandemi Covid-19, dan ia masih bisa mendapatkan penghasilan dari berjualan keripik pisang.

“Bahan baku keripik pisang mudah diperoleh dan harga jualnya juga relatif lebih murah, sehingga masih cukup laku di pasaran. Minggu kemarin saya produksi 25 kilogram dan habis terjual semua,” katanya.

Juhairiyah mengaku belum berani untuk memproduksi keripik pisang dalam jumlah besar, mengingat kondisi pasar yang masih sepi. Meskipun produk olahan keripik pisang bisa bertahan cukup lama, tetapi ia memilih untuk tidak menyetok terlalu banyak, sehingga barang dagangan tetap selalu baru dan kualitas rasa terjaga.

Lihat juga...