Korban Banjir Adonara Jalani Idulfitri di Pengungsian

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

Ia mengaku, bersama 4 kepala keluarga mengungsi ke Musala An-Nur sejak usai bencana karena lokasi musala berada lebih tinggi sehingga tidak tergenang lumpur dan material banjir lainnya.

“Bantuan lebih banyak dari sukarelawan yang selalu datang. Tapi tidak kurang juga pemerintah memberikan perhatian dan mungkin keterbatasan pada pemerintah, karena kaget dengan keadaan ini,” ucapnya.

Iqbal sebutkan, pemerintah mengarahkan pengungsi ke posko untuk mendapatkan bantuan saja sudah lumayan, disamping juga mengumpulkan distribusi bantuan di posko pengungsi, dan didistribusikan kepada para korban bencana.

Sementara itu, Khadijah, seorang pengungsi lainnya di Kelurahan Waiwerang Kota, mengaku bersyukur, masih diberikan nafas kehidupan oleh Allah meskipun rumah dan tempat usahanya mengalami kerusakan parah.

Khadijah mengaku, setelah masa tanggap darurat selesai ia bersama anggota keluarganya memilih mengungsi sementara ke rumah sanak keluarga untuk sementara waktu.

“Bagi kami merayakan puasa dan lebaran tahun ini sangat berkesan. Kami bisa menjalani puasa di posko pengungsian bersama warga lainnya dan banyak sekali warga yang membantu kami,” ucapnya.

Lihat juga...