Korban Banjir Bandang Adonara Minta Normalisasi Kali

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Warga korban banjir bandang Adonara mengharapkan agar pemerintah segera melakukan perbaikan kali yang berbatasan dengan Desa Waiburak dan Kelurahan Waiwerang Kota, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Pemerintah harus segera melakukan normalisasi kali agar saat terjadi hujan tidak mengakibatkan banjir yang membuat masyarakat kembali menjadi korban,” harap Jimi Moi warga Riangmuko, Kelurahan Waiwerang Kota, saat ditemui di rumahnya, Sabtu  (15/5/2021).

Jimi menyebutkan, pasca-banjir bandang yang melanda Pulau Adonara awal April 2021 mengakibatkan kali semakin lebar dan material sisa banjir masih menumpuk di bantaran kali dan tertahan di jembatan.

Jimi Moi, warga Riangmuko, Kelurahan Waiwerang Kota, saat ditemui di rumahnya, Sabtu (15/5/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Ia khawatir saat terjadi hujan lebat kembali maka air di kali pasti meluap ke jalan dan masuk ke rumah warga serta perkantoran yang berada di sepanjang jalan di Kota Waiwerang.

“Material bebatuan dan kayu masih tertahan di jembatan sehingga air kali sulit melewatinya apabila terjadi hujan dengan curah hujan tinggi. Normalisasi mendesak dilakukan sebelum terjadi hujan,” pesannya.

Jimi menyebutkan adanya alat berat milik pemerintah yang tidak berfungsi dan hanya diparkir di pekarangan serta halaman rumah warga.

Dia menyesalkan kondisi ini mengingat masih banyak material banjir seperti seperti bebatuan, lumpur dan pepohonan yang belum dibersihkan di bantaran kali dan di samping jalan.

“Bisa disaksikan sendiri material banjir seperti pepohonan, batu dan lainnya masih menumpuk di samping jalan raya dan di sepanjang bantaran kali,” ungkapnya.

Jimi juga sesalkan sudah hampir satu setengah bulan terjadi bencana tapi material yang terbawa banjir masih belum dibersihkan.

Yosef Doni, salah seorang warga yang ditemui di Waiwerang juga mengharapkan agar pemerintah segera membersihkan material banjir termasuk jalan raya yang masih dipenuhi lumpur yang sudah mengeras.

Yosef mengatakan, saat musim panas debu beterbangan bila ada kendaraan yang melintas sehingga bisa menimbulkan penyakit bagi pengendara dan warga sekitar jalan.

“Sebaiknya segera dibersihkan lumpur yang sudah mengering karena debunya mengganggu pengendara dan warga sekitar,” tegasnya.

Lihat juga...