KRBF Desak Segera Proses Dugaan Korupsi Pembangunan Talud

Editor: Makmun Hidayat

LARANTUKA — Organisasi masyarakat Koalisi Rakyat Bersatu Flores Timur (KRBF) mendesak agar Polres Flores Timur segera melanjutkan proses hukum talud pengaman pantai yang telah dilaporkan.

“Kami mendesak pihak Polres Flotim agar kasus dugaan korupsi talud pengaman Pantai Bubuatagamu dan Lamakera segera dilanjutkan proses hukumnya,” tegas Ketua KRBF, Maria Sarina Romakia saat dihubungi, Rabu (19/5/2021).

Erna sapaannya mengatakan, audit laporan pembangunan talud pengaman Pantai Bubu Atagamu sudah selesai dilakukan Inspektorat. tetapi pertanyaannya kenapa tidak segera diserahkan kepada pihak Polres Flotim.

Ia mengatakan, KRBF juga mendesak agar Polres Flotim pro aktif meminta hasil audit dari pihak Inspektorat tersebut agar proses hukumnya bisa segera dilanjutkan.

Ketua KRBF, Maria Sarina Romakia saat ditemui di Kelurahan Lokea,Kota Larantuka, Senin (17/5/2021). -Foto: Ebed de Rosary

KRBF menduga ada proses memperlambat penanganan kasus ini sehingga kembali mendesak agar kasus ini bisa segera diproses lebih lanjut.

“Kenapa Polres Flotim tidak bisa mendesak agar hasil audit tersebut segera di serahkan agar proses hukumnya bisa segera dilanjutkan?,” ucapnya.

Erna mengatakan, pihaknya mendapat informasi bahwa ada keluhan Inspektorat Daerah (Irda) Flotim belum bisa melakukan audit karena dana operasionalnya tidak ada.

Dirinya pun bingung sehingga KRBF berencana membuka donasi atau penggalangan dana biar bisa disumbangkan kepada Inspektorat Flotim.

Lanjutnya, audit pembangunan talud Lamakera belum bisa dilakukan sehingga pihaknya meminta agar segera dituntaskan oleh Inspektorat mengingat dua kasus dugaan korupsi telah dilaporkan kepada aparat penegak hukum.

“Kedua proyek ini dikerjakan tahun 2018 dan kasusnya sudah dilaporkan oleh KRBF ke Polres Sikka sehingga kami terus mendesak agar secepatnya diproses hukum,” ungkapnya.

Kapolres Flores Timur, AKBP I Gusti Putu Suka Arsa kepada media mengatakan Politeknik Negeri Kupang (PNK) sudah melakukan perhitungan dan pihaknya menunggu audit perhitungan kerugian negara dari Inspektorat Daerah Flotim.

Kapolres Suka Arsa mengakui sedang menunggu hasil audit dari pihak Inspektorat apakah ada kerugian negara atau tidak serta mengaku tidak bisa menekan salah satu institusi.

“Kita sudah melakukan pemeriksaan, meminta klarifikasi. Kita menunggu saja hasil audit dari inspektorat,” ungkapnya.

Data yang diperoleh menyebutkan, talud pengaman Pantai Lamakera Desa Watobuku senilai Rp3,7 miliar dikerjakan oleh PT. Dirgahayu. Sementara talud yang berlokasi di Desa Bubuatagamu Kecamatan Solor Selatan dikerjakan oleh CV. Gelekat Mandiri degan nilai Rp1,1,miliar.

Lihat juga...