Kue Talam Ketan Pandan Wangi, Lembut dan Menyegarkan

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Bahan baku ketan putih kerap dipergunakan sebagai sajian kuliner tradisional. Kue talam ketan pandan wangi salah satunya dibuat oleh Marsudi sebagai menu saat berbuka puasa dan camilan saat bersantai.

Bersama sang istri, warga yang kerap menjual nasi uduk di Pasar Kangkung, Teluk Betung, Bandar Lampung itu membuat kue talam ketan pandan.

Secara fisik Marsudi bilang kue talam ketan pandan menyerupai kue lapis. Memakai bahan utama ketan putih, kue talam dibuat dengan beberapa tahap hingga tersaji sebagai hidangan lembut dan menyegarkan. Kelembutan kue talam ketan pandan menjadikan camilan tradisional itu jadi menu sarapan saat hari biasa dan berbuka pada bulan Ramadan.

Bahan pembuatan kue talam sebut Marsudi berupa beras ketan putih, air santan, daun pandan, garam sebagai lapisan pertama. Pada lapisan kedua siapkan bahan telur, air santan, tepung terigu, gula pasir, vanili, garam dan pasta pandan. Tahap pematangan bahan lapisan pertama dilakukan dengan memasak hingga matang. Proses memasak seperti menanak nasi dengan pengukusan memakai loyang.

“Masak beras ketan yang telah dicuci bersih, campurkan santan kelapa, daun pandan, garam lalu aduk hingga beras matang di dalam cetakan loyang berbentuk kotak yang telah diolesi minyak agar tidak menempek, kukus lapisan pertama hingga matang dan aroma wangi keluar,” terang Marsudi saat ditemui Cendana News, Sabtu (8/5/2021).

Berbagai kue tradisional dijual Marsudi di Pasar Kangkung, Teluk Betung, Bandar Lampung, salah satunya kue talam ketan pandan sajian khas untuk berbuka puasa, Sabtu (8/5/2021). -Foto Henk Widi

Marsudi bilang tahap selanjutnya masih memakai loyang yang sama untuk lapisan kedua. Bahan pelapis kedua berupa telur dengan air santan, gula, pasta pandan. Masukkan semua bahan ke atas lapisan pertama lalu kukus hingga matang. Proses pengukusan butuh waktu sekitar 15 menit hingga semua bahan matang. Tahap selanjutnya setelah matang didinginkan.

Setelah semua lapisan dingin ungkap Marsudi, kue talam ketan pandan siap dipotong. Pemotongan memakai pisau menghasilkan kue talam dengan lapisan putuh, hijau. Pada varian lain kue talam ketan bisa ditambahkan cokelat untuk pelapis kedua dan ketiga. Penambahan varian lapisan bertujuan untuk menambah variasi rasa, aroma dan penambah warna menarik.

“Bagi yang menyukai warna merah bisa ditambahkan pewarna dari buah naga, kuning dari nanas sesuai selera,” cetusnya.

Sehari Marsudi menyebut bisa menjual sekitar empat loyang kue talam ketan pandan. Harga yang ditawarkan juga terjangkau hanya Rp1.000 per potong. Selain menjual kue talam ketan pandan ia juga menyediakan kuliner tradisional naga sari, pempek, otak otak dan berbagai jenis kue. Berbagai jenis kue sudah disediakan sejak pagi untuk warga yang tidak berpuasa. Beberapa dijual sore untuk menu berbuka puasa.

Hendrik, penyuka kue talam ketan pandan menyebut aroma khas kue tersebut menggugah selera. Mempergunakan bahan ketan yang diberi lapisan dengan bahan lain menjadikan kue itu cocok untuk berbagai waktu. Saat tidak berpuasa kue talam ketan pandan bisa dipakai untuk pengganti menu sarapan. Sebab bahan ketan sebagai pengganti nasi biasa cukup mengenyangkan.

“Saat pagi bisa jadi penambah energi untuk kegiatan selama seharian karena kandungan karbohidrat pada ketannya,” ulas warga Teluk Betung itu.

Penyuka kue talam ketan pandan, Stevani, menyebut kelembutan kue tersebut cocok untuk pencernaan. Memiliki aroma wangi, bahan yang kaya nutrisi warga Bumi Waras itu menggunakan kue talam untuk camilan. Ditemani teh atau kopi hangat, kue talam ketan pandan cukup mengenyangkan. Kue talam yang lembut semakin nikmat disajikan dalam kondisi dingin setelah disimpan pada lemari pendingin.

Lihat juga...