Lagi, Klaster Desa Sidamulih di Banyumas 16 Orang Positif Covid-19

Editor: Makmun Hidayat

BANYUMAS — Klaster desa kembali muncul di Kabupaten Banyumas,  kali ini di Desa Sidamulih, Kecamatan Rawalo dimana 16 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Sementara 44 orang warga lainnya yang merupakan kontak erat dengan kasus positif, masih menunggu hasil swab test.

Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, klater Desa Sidamulih berawal dari suami dan istri yang dinyatakan positif Covid-19. Keduanya aktif melakukan salat berjemaah pada salah satu musala di desa setempat. Dan si suami sendiri merupakan imam di musala tersebut. Sehingga seluruh jemaah musala dilakukan tracking dan hasilnya ada 14 orang yang positif Covid-19.

“Suami istri ini, KS dan Sp awalnya merasa sakit dan berobat ke Rumah Sakit Islam (RSI) Purwokerto pada tanggal 20 Mei lalu dan hasil pemeriksaan keluar pada tanggal 23 Mei, keduanya dinyatakan positif Covid-19,” terang Bupati, Jumat (28/5/2021).

Setelah diketahui positif, petugas kemudian melakukan tracking swab test yang dilaksanakan di Puskesmas Rawalo. Ada 18 warga yang merupakan kontak erat suami istri tersebut yang dilakukan swab test. Dari 18 orang warga Desa Sidamulih tersebut, sebanyak 14 orang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Hasil swab test terhadap 18 orang warga desa tersebut baru keluar hari ini dan ada 14 orang yang positif, semuanya berasal dari satu RT, yaitu RT 03 RW 02,” kata Husein.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto mengatakan, setelah diketahui ada 16 orang warga Desa Sidamulih yang terkonfirmasi positif Covid-19, pihaknya langsung melakukan tracking swab kembali terhadap 44 orang yang merupakan kontak erat.

“Untuk hasil swab test dari 44 orang warga lainnya ini, baru akan keluar dalam3-4 hari ke depan,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi terhadap penyebaran Covid-19, seluruh warga Desa Sidamulih yang positif Covid-19, dijemput untuk melakukan karantina di Balai Diklat Baturaden.

“Mereka dijemput oleh Satgas Penanggulangan Covid-19 Kecamatan Rawalo dan langsung diantar ke Balai Diklat Baturaden, supaya karantina lebih terkontrol dan tertib,” kata Sadiyanto.

Saat ini banyak bermunculan klaster desa di Kabupaten Banyumas, jumlahnya sampai belasan. Antara lain klaster Desa Sidabowa Kecamatan Patikraja, Desa Sawangan Wetan Kecamatan Patikraja, kemudian di Desa Wlahar Kulon, Desa Karanganyar, Desa Kedungwuluh Kidul, Desa Kedungrandu, Desa Kedungwuluh Lor, Desa Kedungwringin, Desa Karangtalun dan Desa Watuagung Kecamartan Tambak, Desa Sidamulih dan lain-lain.

“Sebenarnya aktivitas sudah diperbolehkan, termasuk di tempat ibadah, hanya saja masyarakat tetap harus menerapkan protokol kesehatan, menggunakan masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindar kerumunan. Jika hal tersebut dipatuhi dan dilaksanakan secara terus-menerus kemunculan klaster-klaster baru bisa ditekan,” pesan Kadinkes.

Lihat juga...