Lebaran, Angsuran ‘Modal Kita’ DCML Cilongok Lancar

Editor: Makmun Hidayat

BANYUMAS — Selama bulan Ramadan hingga lebaran, perputaran angsuran pada Modal Kita Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Cilongok, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas mengalami peningkatan dan relatif lancar. Hingga pihak Koperasi Utama Sejahtera Mandiri Cilongok berhasil menekan angka Permorming Loan (NPL) dari 2 persen menjadi 1 persen.

“NPL kita sekarang hanya 1 persen, selama bulan puasa hingga lebaran, angsuran sebagian besar berjalan lancar. Hal tersebut karena beberapa usaha yang dilakukan masyarakat turut terdongkrak penjualannya selama bulan puasa hingga lebaran,” kata Asisten Kredit Modal Kita DCML Cilongok, Nuraeni Dian Lestari, Rabu (26/5/2021).

Lebih lanjut Nuraeni menjelaskan, selama bulan puasa kemarin, pihaknya juga tetap melakukan penyaluran kredit bantuan Modal Kita, dengan pertimbangan para pelaku usaha membutuhkan suntikan modal untuk usahanya. Meskipun biasanya selama puasa hingga menjelang lebaran, penyaluran kredit batuan Modal Kita dihentikan sementara, untuk menghindari perilaku konsumtif para nasabah.

Namun, kondisi pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, membuat pihak Yayasan Damandiri mengambil kebijakan khusus dengan tetap menyalurkan bantuan kredit modal usaha. Terbukti, hal tersebut mampu mendongkrak perekonomian para pelaku usaha kecil di Desa Cilongok, sehingga angsuran bisa berjalan lancar.

Hingga saat ini perputaran Modal Kita di DCML Cilongpk sudah hampir mencapai Rp 1 miliar. Setiap bulannya penyaluran bantuan kredit Modal Kita mengalami peningkatan. Dimana sampai dengan akhir tahun lalu penyaluran Modal Kita baru pada kisaran Rp 697 juta dan sekarang sudah mencapai hampir Rp 1 miliar.

Sementara itu, Manajer Keuangan Koperasi Utama Sejahtera Mandiri Cilongok, Meta Teja Ningrum mengatakan, penyaluran Modal Kita di DCML Cilongok sempat dihentikan selama dua bulan pada awal pandemi tahun lalu, yaitu pada April dan Mei 2020. Tetapi kemudian kembali dilakukan pencairan Modal Kita, dengan berbagai pertimbangan, terutama untuk membantu para pelaku UMKM yang usahanya terdampak pandemi.

Dengan berbagai upaya pendekatan dan edukasi yang dilakukan jajaran pengurus Koperasi Utama Sejahtera Mandiri, berhasil menekan NPL secara bertahap. Hingga saat ini NPL bisa pada angka 1 persen saja.

“Dari pihak koperasi, sekarang lebih gencar melakukan program – program pemberdayaan masyarakat, menggencarkan sosialiasasi tentang berbagai program yang dilakukan koperasi, sehingga hal tersebut juga berdampak positif terhadap keberlangsungan Modal Kita. Pelaku usaha kecil di sini sudah lebih terbangun kesadarannya untuk benar-benar menggunakan Modal Kita sebagai modal usaha dan bukan untuk konsumtif,” ucapnya.

Lihat juga...