Lezatnya Sayur Daun Ubi Tumbuk dan Nasi Hangat

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Salah satu kekayaan tradisi kuliner asal Sumatera Utara dengan mudah ditemui di Lampung. Salah satu sayuran yang kerap dibuat adalah sayur ubi tumbuk. Hidangan tersebut kerap disajikan pada sejumlah warung makan dan bisa dibuat sendiri di rumah.

Simanjuntak, pemilik warung makan di Jalan Lintas Sumatera, Way Halim, Bandar Lampung menyebut sayur ubi tumbuk jadi hidangan wajib.

Sebagai menu makanan tradisional, Simanjuntak bilang daun ubi tumbuk dibuat melalui sejumlah proses.

Beberapa bahan yang diperlukan untuk pembuatan sayuran tersebut meliputi daun ubi kayu atau singkong, santan kelapa, bawang merah, cabai merah, kincung atau kecombrang, sereh, ikan teri, jahe, lengkuas, cepokak, garam, penyedap rasa.

Proses pembuatan sayur daun singkong atau kerap daun ubi tumbuk dilakukan dengan pemilihan daun yang muda. Agar warna tetap hijau Simanjuntak bilang menambahkan buah cepokak dan kecombrang. Setelah dipetik daun ditumbuk memakai lumpang atau cukup memakai cobek. Tumbuk daun bersama sejumlah bumbu yang telah disiapkan.

“Proses penumbukan harus diperhatikan jangan terlalu halus masih ada tekstur daun sehingga tidak menjadi bubur, angkat dari alat penumbuk lalu pindahkan ke baskom untuk proses pemasakan,” terang Simanjuntak saat ditemui Cendana News, Sabtu (29/5/2021).

Tahap selanjutnya ungkap Simanjuntak dengan proses penyiapan santan. Santan kelapa dipilih yang lebih tua agar menciptakan rasa gurih alami.

Panaskan santan bersama batang serai, ikan teri hingga mendidih dalam wajan. Lalu daun singkong yang telah ditumbuk masukkan dalam wajan.

Tambah sejumlah bumbu penyedap dan koreksi rasa hingga daun ubi tumbuk matang. Tambahkan santan kental agar rasa semakin gurih.

Setelah matang Simanjuntak menyebut sayur daun ubi tumbuk bisa disajikan dengan nasi hangat. Sayuran tersebut menurutnya bisa disajikan bersama lauk gulai daging sapi, ayam gulai dan ikan nila goreng.

Sebagai hidangan yang merakyat sayuran tersebut menjadi hidangan wajib saat pelanggan memesan makanan di warungnya.

“Warung yang menyediakan hidangan sayur ubi tumbuk kerap menyajikan beragam lauk sesuai selera pelanggan,” ulasnya.

Katerine, salah satu penyuka sayuran daun ubi tumbuk menyebut hidangan tersebut memiliki rasa gurih. Ia menyukai hidangan sayuran daun ubi tumbuk bersama dengan ikan goreng dan gulai daging sapi.

Katerine (baju putih), menikmati sayur daun ubi tumbuk di warung milik Simanjuntak (berdiri) di Jalan Lintas Sumatera, Way Halim, Bandar Lampung, Sabtu (29/5/2021) – Foto: Henk Widi

Pemilihan santan kelapa yang tepat sebutnya membuat daun ubi tumbuk lebih gurih. Daun yang kerap beraroma langu lebih wangi dan segar dengan adanya bumbu lengkuas, serai dan jahe.

Hidangan tersebut menurutnya cukup terjangkau, sebab dengan menu sayur ubi tumbuk dan berbagai lauk cukup membayar Rp20.000.

Katerine bilang menu sayur daun ubi tumbuk semakin lezat disajikan selagi hangat. Kelezatan sayuran tersebut menurutnya terletak pada penggunaan bumbu kecombrang yang khas pada masakan Sumatera Utara. Teri yang asin dan gurih bertambah lezat dengan sambal cabai hijau.

“Penambahan sambal hijau menjadi pelezat hidangan sayur daun ubi tumbuk bersama nasi hangat,” ulasnya.

Pilihan membuat sayur daun ubi tumbuk juga dilakukan oleh Lisdaryanti, warga Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan.

Memiliki tanaman ubi kayu ia memilih menanam jenis singkong roti. Jenis tersebut merupakan tanaman yang bisa dimanfaatkan bagian daun dan ubi. Ia menyebut mengolah sayur ubi tumbuk dengan kreasi bersama  udang vaname sebagai pengganti teri.

Kunci menjadikan sayur ubi tumbuk lebih lezat menurutnya terletak pada pemakaian santan kelapa. Kelapa yang tua sebutnya bisa dipilih untuk menciptakan sensasi rasa gurih.

Ia juga menyebut agar rasa lebih lezat sajian sayur ubi tumbuk dihidangkan bersama cabai rawit utuh. Sajian tersebut kerap dihidangkan bersama dengan ikan nila dan gurame goreng yang disajikan selagi hangat.

Lihat juga...