Lebaran CDN

Mainan Tradisional Bahan Paralon Cukup Diminati Bocah di Bekasi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Kerajinan menggunakan pipa paralon ukuran kecil dikreasikan menjadi mainan anak seperti bedilan cukup diminati anak usia sekolah dasar di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.

Memanfaatkan waktu ngabuburit, Rusly, warga asal pondok Rangon, Cipayung Jakarta Timur, berkeliling di wilayah Kota Bekasi membawa mainan bedilan hasil kreatifitasnya. Dari satu tempat ke tempat lainnya ia pun menggelar dagangannya.

Memanfaatkan ramainya tempat penjualan takjil di kawasan Kranji, Bekasi Barat, Rusly pun mencari tempat lapang, untuk menggelar bedil bahan paralon dengan aneka bentuk dan ukuran. Lapaknya menjadi perhatian di tengah lapak yang menjual aneka menu berbuka puasa.

“Kreasi pipa paralon, menjadi berbagai jenis mainan anak seperti bedilan. Saya lebih memilih membuat bedilan anak, karena paling dicari, selain harganya murah membuatnya pun mudah,” ungkap Rusli, kepada Cendana News, ditemui di Kranji, Selasa (4/5/2021).

Ia mengakui sebelum libur sekolah ia biasa mangkal di wilayah Pondok Melati. Sejak libur sekolah, Rusli pun harus membuka lapak pindah-pindah mencari lokasi ramai di kampung-kampung dari pagi hingga sore.

Menurutnya dari hasil jualan tersbebut ia mampu mendapatkan penghasilan sehari Rp300 ribu sehari. Meski terlihat sepele tapi ketika ditekunin memberi pendapatan lumayan dibanding kerja lainnya.

“Saya ini dari Kampung wilayah Sumatera. Saya pakai prinsip orang Jawa saja, asal mau kerja di kota pasti banyak dan mendapatkan penghasilan. Saya coba kreasikan pipa jadi mainan tradisional seperti bedilan untuk dijajakan keliling,” ujarnya mengaku sudah tiga tahunan menekuni profesinya itu.

Bedilan ini adalah mainan tradisional tempo dulu, di kampung dulu anak-anak membuat mainan ini menggunakan pelepah pisang, ataupun tumbuhan yang memiliki ukuran kecil lurus. Orang jaman dulu pasti tau nama tumbuhannya.

Awalnya melihat teman kontrakannya, membuat mainan untuk anaknya menggunakan pipa paralon yang biasa untuk membungkus kabel listrik. Banyak anak yang suka hingga membuat lebih banyak sampai akhirnya Rusli dan temannya mengkreasikan pipa paralon untuk membuat bedilan dengan beragam ukuran.

“Kami jual dari harga mulai Rp15 ribu sampai Rp35 ribu, tergantung ukuran dan tingkat kerumitannya,” jelas Rusli.

Pantauan Cendana News saat ia menggelar lapak di Kranji, terlihat banyak dikerumuni anak-anak tengah memilih bedilan yang di tawarkan dengan aneka bentuk.

“Sebenarnya pipa paralon tidak hanya dikreasikan untuk bedilan mainan tradisional saja. Tapi biasa dibuat untuk anak kecil yang belajar jalan dengan dirangkai khusus. Tapi perlu ketelitian, rodanya pun dibuat dari kaleng sehingga anak senang saat berjalan mendorongnya,” ungkap Leman, rekan Rusli asal Lampung Tengah.

Lihat juga...